Pers Juga Dituntut Berubah

Di tengah kemajuan teknologi dan keterbukaan sat ini, pers dtuntut berubah dan menyesuaikan diri dan menjadigarda terdepan melawan hoaks, korupsi dan ketidakadilan

PERKEMBANGAN cepat teknologi di era now ini dimana arus informasi sangat deras dan kadang-kadang sudah berlebih dari yang diperlukan, mau tidak mau menuntut kesiapan pers untuk menyesuaikan diri.

Nuansa itu tergambar pada Hari Pers 2018  bertemakan “Iklim bermedia sehat dan Seimbang untuk mempetahankan Eksistensi Media Massa Nasional dalam Lanskap Komunikasi-Informasi” yang berlangsung di Padang, Kamis (8/2).

Dulu, kata Menteri Keuangan Sri Mulyani yang menjadi pembicara kunci, masyarakat sangat percaya pada berita media cetak, TV dan radio yang dinilai kredibel, mapan dan seimbang.

Kini hal itu tidak cukup, karena walau dengan mudah mengakses berita dengan cepat dan beragam, masyarakat menginginkan berita yang sesuai selera dan pandangannya.

Ironisnya, tutur Sri Mulyani, tulisan atau analisis yang disuguhkan pada publik sering memuat atau mengonfirmasi pandangan media itu sendiri,  orang atau kelompok yang diwakilinya.

Namun di tengah tantangan yang sulit saat ini, ia tetap berharap agar pers mempertahankan prinsipnya dalam mengedepankan  kejujuran, integritas, keadilan termasuk kemanusiaan yang adil dan beradab, selain akurat dan obyektif dalam tulisannya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Nielsen Media, Hellen Katherina berpenapat, saat ini diperlukan media dengan semangat membangun guna mengimbangi bertebarannya media yang menampilkan hoaks atau kabar bohong.

Persoalannya, menurut Helen, kabar bohong tetap menarik (bagi mayoritas bangsa Indonesia yang wawasannya masih relatif rendah-red) sehingga juga menarik bagi pengiklan.

Namun walau jumlah pembaca media cetak anjok, menurut riset media Nielsen, hanya tinggal sekitar 2,8 juta dari 9,7 juta pembaca pada kuartal keempat 2017, berarti sampai kini masih dipercaya.

Sebaliknya, jumlah portal media daring, menurut cataan Dewan Pers, tumbuh secara eksponensial, sebanyak 43.000 walau masih sedikit jumlahnya yang terverifikasi sebagai perusahaan pers profesional.