Kelompok Bersenjata di Ghouta Timur Cegah Warga Sipil Keluar dari Zona Konflik

251 views
Serangan di Ghouta sudah empat hari tewaskan 228 warga sipil/ AFP

SURIAH – Militer Rusia telah mengumumkan bahwa kelompok bersenjata di Ghouta Timur yang ditahan militan di Suriah mencegah warga sipil keluar dari zona konflik.

Dalam sebuah pernyataan, militer Rusia mengumumkan bahwa perundingan yang bertujuan untuk menyelesaikan situasi dengan damai di Ghouta Timur di dekat ibukota Damaskus telah runtuh.

“Panggilan oleh pusat pemantauan gencatan senjata Rusia untuk kelompok pemberontak bersenjata ilegal di Ghouta Timur untuk menghentikan perlawanan, meletakkan senjata mereka, dan mengatur status mereka tidak menghasilkan apapun,” kata pernyataan tersebut.

“Situasi kemanusiaan dan sosio-ekonomi yang kritis berkembang di Ghouta Timur,” tambahnya.

Rusia menyerukan agar pertemuan DK PBB mengenai Ghouta Timur

Sementara itu, Rusia telah meminta sebuah pertemuan Dewan Keamanan PBB untuk diadakan mengenai situasi di Ghouta Timur.

Duta Besar Rusia PBB Vassily Nebenzia mengatakan kepada dewan bahwa pertemuan terbuka tersebut akan mengizinkan semua pihak yang terlibat untuk “mempresentasikan visi dan pemahaman mereka tentang situasi tersebut dan menghasilkan cara untuk keluar dari situasi ini.”

Dia menambahkan bahwa tuntutan Barat untuk menghentikan kekerasan di Ghouta Timur sepihak dan tidak memperhatikan posisi pemerintah Suriah.

“Ada teroris di sana yang tentara Suriah sedang berperang dan teroris menembaki Damaskus,” katanya, menambahkan “itu sedang diabaikan.”

“Ini adalah situasi yang kompleks dan bukan hanya jalan satu arah,” tambahnya.