Mereka yang Selalu Setia Membantu Pengungsi WNA di Rudenim Jakarta

469 views

JAKARTA (KBK) – Arus lalu lintas di Jalan Peta Selatan, Kalideres, Jakarta Barat siang itu agak tersendat. Ketersendatan tersebut rupanya dipicu oleh mobil mini bus hitam yang tiba-tiba menaikan satu keluarga asal Afganistan di pinggir jalan.

Setelah Dimas Ramadhan, selaku pengorder taksi online itu memberikan tiga lembar pecahan sepuluh ribu rupiah kepada sang driver. Lalu lintas pun kembali lancar.

“Itu anaknya ada yang sakit. Mereka kami bawa k RSUD Kalideres untuk diberikan pertolongan pertama,” kata Dimas kepada KBK (22/2).

Dimas merupakan relawan dari Komunitas Selasih yang sejak 20 hari lalu bertugas mengawal para pengungsi asal Afganistan, Etiopia, Yaman dan Sudan di depan Rumah Detensi Imigrasi, Jakarta. Dalam sehari Dimas yang ditunjuk sebagai Koordinator Lapangan, bertugas selama 12 jam membantu pengungsi.

“Kadang saya gantian sama teman. Sehari biasanya ada 6 anggota Selasih yang bertugas memantau pengungsi,” paparnya.

Dimas mengatakan para pengungsi perlu diawasi guna menghindari kericuhan. Kericuhan biasanya dipicu oleh makanan yang dibagikan oleh donatur. Di sana Dimas juga memantau kalau-kalau ada pengungsi yang jatuh sakit.

“Kalau ada yang sakit kami bantu obati, biaya semua dari Selasih,” kata Dimas.

Di sana tak jarang Dimas juga memberikan makanan dan bantuan lain yang sifatnya sekali habis. Dimas juga wajib menjaga keamanan pengungsi, pasalnya sudah beberapa hari terakhir barang miliki pengungsi yang raib entah kemana.

“Kami selalu ingatkan ke para pengungsi untuk tidak sembarangan mencharger HP sembarangan,” tuturnya

Wati Sekertaris Selasih menambahkan, untuk hari ini Selasih tengah fokus mendata pengungsi yang memiliki balita. Balita tersebut kata Wati nantinya akan dibawa ke puskesmas untuk mendapatkan imunisasi campak dan rubela.