Usai Rusia Memveto Resolusi PBB, AS dan Tiga Negara Eropa Kecam Iran

778 views
ilustrasi
NEW YORK – Amerika Serikat dan tiga sekutu Eropa mengecam Iran  setelah Perserikatan Bangsa-Bangsa menngatakan Teheran telah melanggar embargo senjata di Yaman karena gagal memblokir pasokan rudal dan pesawat tak berawak kepada pemberontak Houthi.

Inggris, Prancis, Jerman dan Amerika Serikat mendesak Iran untuk “segera menghentikan semua aktivitas yang tidak konsisten atau akan melanggar” resolusi PBB yang membentuk embargo senjata pada tahun 2015.

Kecaman bersama tersebut terjadi sehari setelah Rusia memveto resolusi rancangan baru Inggris yang memperbaharui sanksi terhadap Yaman dan dengan alasan “perhatian khusus” atas temuan laporan tersebut mengenai Iran.

Laporan oleh panel ahli PBB pada bulan Januari menyimpulkan bahwa Iran telah melakukan pelanggaran setelah menentukan bahwa rudal yang diluncurkan oleh Houthi di Arab Saudi tahun lalu dibuat di Iran.

Rusia, bagaimanapun, mempertanyakan temuan tersebut dan memblokir resolusi tersebut, dengan mengatakan bahwa laporan tersebut tidak berisi bukti konklusif mengenai pelanggaran embargo senjata di Iran.

“Kami mengecam ketidakpatuhan Iran, seperti yang dijelaskan oleh panel, yang menimbulkan risiko serius terhadap perdamaian dan stabilitas di kawasan ini,” kata pernyataan bersama yang dikeluarkan oleh misi AS tersebut, dilansir AFP, Rabu (28/2/2018).

Keempat negara tersebut menjadi penandatangan kesepakatan nuklir Iran.

Veto Rusia merupakan kemunduran bagi Amerika Serikat karena mendorong Dewan Keamanan untuk mengambil sikap lebih kuat terhadap Iran mengenai perannya dalam konflik regional dan uji coba rudal.

Pemerintah AS berpendapat bahwa Iran tidak memenuhi komitmennya berdasarkan kesepakatan nuklir 2015, yang oleh Presiden Donald Trump telah dikritik sebagai “yang terburuk yang pernah ada”.

Resolusi yang dirancang oleh Inggris yang didukung kuat oleh Amerika Serikat diveto oleh Rusia setelah 11 negara memilih untuk mendukung Dewan Keamanan 15 anggota.