340.000 Rumah di NTT Tidak Layak Huni

Ilustrasi kemiskinan/ viva.co.id

KUPANG – Sekitar 340.000 rumah di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berbasiskan kepulauan ini dikategorikan rumah tidak layak huni (RTHL).

Sekretaris Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur Benediktus Polo Maing di Kupang, mengatakan,”Data kami hingga akhir 2016 lalu, masih sekitar 340.000 rumah di provinsi ini yang masih dikategorikan rumah tidak layak huni menyebar di setiap daerah,” katanya,  Jumat (23/3/2018).

Selain itu, katanya, Dinas Perumahan dan Pemukiman setempat juga mencatat angka kekurangan ketersediaan rumah (backlog) sekitar 90.500 unit, sementara “backlog” dari aspek penghunian sebanyak 2.000 unit rumah.

Mantan Asisten III Setda NTT itu menjelaskan rumah menjadi salah satu kriteria penting dalam perhitungan angka kemiskinan yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS).

Sementara kondisi sebagian besar RTHL itu di antaranya, masih berlantai tanah, tidak memiliki toilet, berdinding dari anyaman pohon dan masih terbuat dari bahan apa adanya.

“Paling tidak ada 14 kriteria standar penentuan angka kemiskinan dari BPS, salah satu yang paling urgen itu soal ketersediaan rumah yang masih banyak dalam kondisi tidak memenuhi standar,” katanya, dilansir Antara.

Untuk itu, Polo Maing mengatakan perlu ada prioritas strategi pembangunan setiap pemerintah daerah di 22 kabupaten/kota yang ada di provinsi ini.