AJI PANCASONA

853 views
Resi Subali transver ajian Pancasona kepada Prabu Dasamuka,tanpa ketahuan pihak PPATK.

GARA-gara berebut Cupu Manik Astagina, ketiga bocah Gunung Sukendra itu salah kedaden (menjelma) menjadi kera. Sesuai dengan petunjuk orangtuanya, Resi Gotama, tiga ABG Subali-Sugriwa-Anjani itu segera berangkat ke tempat bertapa yang telah ditentukan. Dengan cara ini diyakini dewata segera memberikan grasi sehingga dipulihkan sebagai wayang cakep seperti dulu.

Kemudian Subali tapa ngalong (menirukan kelelawar) di Gunung Sunyapringga, yakni tidur menggantungkan di atas pohon. Masih di tempat yang sama, Sugriwa tapa ngidang (menirukan rusa). Makan dan minum hanya bergantung pada apa-apa yang terjatuh di depannya. Mereka dilarang keras panggil mie pangsit atau tukang ketoprak!

Paling berat si sulung Anjani, dia harus tapa nyantuka (menirukan katak), telanjang bulat di tepi Danau Madirda, jongkok mojok kedinginan. Padahal biasanya, setiap tanggal 21 April, Anjani pasti pakai kebaya. Kini tak bisa lagi.

“Jika kalian bertapa dengan tekun, dijamin #Tahun 2019 Ganti Wajah….” janji resi Gotama.
“Ah, kayak hastag PKS aja rama ini.” Jawab para putra dan putri malang ini.

Tidur bergantung seperti kelelawar bertahun-tahun lamanya, tubuh Subali makin mengurus, rambut semakin kusut. Tapi tak jadi masalah. Dewa pun kasihan juga jadinya. Tapi  bila dibikin ganteng sekarang, dikhawatirkan Subali malah pacaran melulu. Karenanya dia cuma dikirim Aji Pancasona sebagai imbalan keteguhan bertapa.

“Saudara Subali, dengan Aji Pancasona ini Saudara akan terbebas dari kematian.” Pesan Betara Narada melalui WA.

“Kalau begitu saya bisa ambil rumah DP nol rupiah dengan masa angsuran 100 tahun dong,” jawab Subali lewat WA pula.

Subali sangat berterima kasih dengan hadiah Aji Pancasona tersebut. Dia berfikir, tinggal selangkah lagi targetnya kembali sebagai wayang cakep tercapai. Logika-nya, yang tidak diminta saja diberikan oleh Dewa, apalagi yang dibutuhkan umatnya, pasti di-ACC!