Peduli Lansia, Dompet Dhuafa Luncurkan GERLI

Peduli lansia, Dompet Dhuafa luncurkan Gerakan Relawan Lansia Seluruh Indonesia (Gerli). Foto: jun Aditya

PARUNG (KBK) – Guna meningkatkan produktifitas dan menghidupkan kaum lansia, Dompet Dhuafa launching Gerakan Relawan Lansia Indonesia (GERLI) di Kawasan Zona Madina, Parung, Bogor, Jawa Barat bertajuk Hari Kartini Lansia (24/4).

Ketua panitia hari kartini lansia Dr Astrina Yulda mengatakan GERLI tercipta berkat kolaborasi antara Dompet Dhuafa bersama Sahabat Lansia Tangguh Pantai Indah Kapuk. Dengan dihadiri oleh puluhan lansia dari penjuru Jabodetabek, Astrina berharap agar GERLI dapat mempererat dan menyatukan lansia.

Merujuk data Satuan Kerja Nasional (Sakernas) per Agustus 2016 jumlah lansia di Indonesia terus bertambah dengan rincian lansia usia kerja 22,79 juta jiwa dengan 165.702 jiwa diantaranya menganggur. Direktur Dompet Dhuafa Filantropi Drg Imam Rulyawan MARS mengatakan GERLI merupakan sebuah gerakan baru yang merangkul kartini lansia guna mewujudkan lansia yang sehat. Menurut Imam Dompet Dhuafa akan mengajak GERLI untuk menghindari sindrom 4 B, yakni budeg, bingung, beser dan bengong.

“Untuk itu RST Dompet Dhuafa setiap hari sabtu lakukan pemeriksaan mata untuk lansia,” ujar Imam.

Selain itu, untuk menciptakan lansia yang tangguh Dompet Dhuafa juga berniat akan membangun Lansia Empowering Centre untuk menaungi lansia agar bisa produktif di hari tua. Evita Sekjen Lansia Tangguh Indonesia menuturkan, GERLI diharapkan dapat meneruskan nilai-nilai yang diperjuangkan oleh Kartini antara lain pendidikan, kemandirian yang menginspirasi, menurunkan angka pernikahan usia muda dengan pendekatan yang agamis.

“Semoga Kartini dengan tenang melihat Kartini Lansia GERLI tetap bersemangat,” ucap Evita.

Ketua Pembina Dompet Dhuafa sekaligus inisiator GERLI, Parni Hadi mengaku bangga melihat Kartini Lansia yang masih bersemangat. GERLI kata Parni adalah sebuah gerakan dari dan untuk lansia yang dengan sukarela bersedia sepanjang masa karena dengan cinta mau menolong diri sendiri dan sesama lansia.

“Bagaimana kita bisa membantu orang lain kalau belum bisa membangun diri sendiri. GERLI mengajak lansia untuk semangat,” ujar Parni.

Parni menaruh harapan besar agar Kartini lansia terus memiliki niat, semangat, tekad dan berbuat dengan kiat-kiat supaya sehat dan bermanfaat atas rahmat Allah SWT.

“Tanpa semangat kita tidak mampu membangun apa pun, tanpa semangat kita tidak bisa membangun dunia,” papar Parni.