Obat-Obatan Langka, Rumah Sakit di Gaza Terancam Tutup

Ilustrasi Pasien gagal ginjal di Gaza. Foto: Suara Palestina

GAZA – Direktur Rumah Sakit terbesar di Gaza, Al-Syifa Dr Medhat Abbas, mengatakan bahwa Rumah Sakit Al-Syifa terancam tutup akibat krisis obat-obatan dan energi.

Tidak hanya itu Pemerintah Israel juga mempersulit warga Gaza yang dirujuk berobat ke Tepi Barat.

Berdasarkan keterangan WHO, dalam konferensi awal bulan ini, 60% pasien yang mengajukan rujukan berobat ke luar Gaza dipersulit oleh pemerintah Israel.

Selain itu, Pemerintah AS bulan lalu juga menghentikan donasinya terhadap Badan Bantuan PBB untuk Pengungsi Palestina UNRWA yang merupakan tulang punggung sebagian besar rakyat Gaza.

Guterres juga memperingatkan bahwa Gaza akan menjadi wilayah tak layak huni di tahun 2020.

Dikutip dari Suara Palestina, Guterres mendesak masyarakat internasional berkontribusi menangani krisis di Palestina sesuai resolusi PBB terkait.