Gerakan Relawan Lansia sebagai Implementasi Pancasila

JAKARTA – Dengan mengangkat Tema Berdaya guna di Usia Lanjut, Dompet Dhuafa menggelar gerakan hati bertajuk GERLI (Gerakan Relawan Lansia Indonesia) Sabtu,8/12. Inisiator, Pendiri dan Dewan Pembina Dompet Dhuafa Parni Hadi menuturkan GERLI merupakan sebuah gerakan hati yang dilandasi dan merupakan implementasi nyata dari pancasila atau pancasila in action karena selaras dengan nilai-nilai yang terkandung pada dasar negara tersebut.

“Membantu lansia untuk berdayaguna. Dompet Dhuafa bersama ibu-ibu lansia kita lakukan pengabdian kepada tuhan, juga agar berdayaguna,” ungkap Parni.

Pada saat yang bersamaan Parni juga meluncurkan buku “Olah Rasa & Laku Pancasila (Pancasila in Action).

“Pancasila in action: orang tidak dapat mengabdi pada Tuhan dengan tidak mengabdi kepada sesama, Tuhan bersemayam di gubuknya Simiskin,” ujarnya melansir ucapan Presiden Soekarno pada tahun 1946.

Menurut Prof Saparina Sadeli GERLI merupakan sebuah gerakan yang patut diapresiasi. Dahulu kata Saparnia hari ibu lahir berkat kongres ibu-ibu demi memperjuangkan bangsa. Kini hari ibu lansia lahir dari gerakan hati yang diinisiasi Dompet Dhuafa.

“Pertmuan ini bisa kita pikirkan sebagai landasan hari lahir ibu lansia Indonesia. Kalau dulu para ibu perjuangkan bangsa, sekarang lansia bisa merdeka dengan tetap berdaya guna di usia lanjut,” ujar Saparina.

Direktur Utama Dompet Dhuafa Filantropi drg Imam Rulyawan MARS mengatakan para lansia patut dijadikan sebagai pahlawan di usia lanjut. Dengan semangat yang dimiliki para lansia dapat bermanfaat bagi sesama. Dompet Dhuafa mengharapkan para lansia untuk tetap produktif memanfaatkan ilmu yang dimilikinya guna mencegah, memperlambat terjadinya dimensia.

Indonesia merupakan lima besar negara dengan jumlah penduduk lanjut usia terbanyak di dunia, yang mencapai 18,1 juta jiwa atau 7,6% dari total penduduk (sensus penduduk tahun 2010). Jumlah ini akan terus meningkat, penduduk lanjut usia (60+) pada tahun 2020 diproyeksikan akan berjumlah 27,1 juta jiwa, pada tahun 2025 menjadi 33,7 juta jiwa dan tahun 2035 menjadi 48,2 juta jiwa. (Badan Statistik 2013).