UNHCR Klaim Ribuan Pengungsi Rohingya Sudah Mendapat Pasokan Air Bersih

Pengungsi Rohingya. Foto:Salman/DD

BANGLADEH – Ribuan pengungsi Rohingya di Cox’s Bazar, Bangladesh, sekarang mendapat pasokan air minum yang aman berkat kombinasi teknologi ramah lingkungan dan sinar matahari.

Para pengungsi yang tinggal di tengah lingkungan yang kumuh yang tersebar di 36 lokasi berbeda di Cox’s Bazar tersebut sebagian besar  mengalami kelangkaan air.

Namun kini mereka dapat menikmati air bersih, karena dalam kurun waktu lebih dari enam bulan, badan urusan pengungsi PBB dan para mitranya telah mengoperasikan sistem produksi air minum yang aman bertenaga surya.

Laporan UNHCR menyatakan lima sistem pertama saat ini telah beroperasi dalam kapasitas penuh. Lembaga itu menyatakan sistem penyediaan air yang aman beroperasi sepenuhnya dengan tenaga listrik yang dihasilkan lewat panel surya.

Juru bicara UNHCR, Andrej Mahecic, menyatakan jaringan baru ini menyediakan air minum yang aman untuk lebih dari 40 ribu orang pengungsi.

“Pemanfaatan tenaga surya telah memungkinkan kalangan organisasi kemanusiaan untuk mengurangi biaya konsumsi energi dan emisi,” ujar Mahecic.

“Jadi, ada dampak lingkungan yang jelas terkait pemanfaatan teknologi ini. Penambahan klorin dalam air juga mampu menyelamatkan nyawa untuk lokasi pengungsi dengan skala sebesar ini. Uji coba belum lama ini mengungkapkan sebagian besar kontaminasi pada air minum terjadi saat proses pengumpulan, pengangkutan, penyimpanan di tingkat rumah tangga,” papar Mahecic, dilansir VOA, Senin (7/1/2019).

Mahecic mencatat air minum yang ditambahkan klorin aman untuk diminum selain juga mampu menghilangkan risiko penyebaran penyakit.