Ekosistem Rusak, Satu Juta Spesies Punah

212 views
Satu juta spesies tanaman dan hewan di dunia menuju kepunahan akibat ulah manusia sehingga merusak ekosistem dan menurunkan kualitas kehidupan a.l. terjadi ledakan hama tanaman. (ilustrasi: Lingkungan Hidup)

SATU juta spesies tanaman dan hewan di berbagai penjuru dunia termasuk Indonesia menuju kepunahan akibat ulah manusia, sehingga mendegradasi mutu lingkungan, bahkan mengancam kehidupan.

Hal itu terungkap dalam laporan panel ahli Platform Kebijakan dan Sain Keragaman Hayati Antarpemerintah dan Layanan Ekosistem (Inter-governmental  Science-Policy Platform on Biodiversity and Ecosystem Services (IPBES) yang dikoordinasikan PBB baru-baru ini (Kompas, 8/5).

Ringkasan laporan dari 15.000 kajian ilmiah yang disusun selama tiga tahun oleh 450 ilmuwan dari 100 negara dan dirilis 7 Mei lalu itu  menyebutkan, sebagian besar habitat daratan, air tawar dan laut anjlok  25 persen sejak 1900 dan laju degradasinya melonjak  pada 40 tahun terakhir ini.

Sebanyak 680 spesies hewan bertulang belakang (vertebrata) dinyatakan punah termasuk kura-kura raksasa pinta dari kepulauan Galapagos yang punah pada 2012.

Lebih sembilan persen dari spesies yang diternakkan untuk pangan dan pertanian punah pada 2016, sedangkan 1.000  lainnya terancam punah, begitu pula dengan 40 persen terumbu karang, 33 persen mamalia laut, 14 persen burung dan minimal 10 persen serangga yang bernasib sama.

Jadi, berdasarkan persentase tersebut, diperkirakan delapan juta spesies hewan dan tumbuhan, 75 persen atau satu juta diantaranya serangga punah.

Praktik eksploitasi sumberdaya yang berlebihan atau tidak berkelanjutan tersebut, pada gilirannya ikut mengancam pemenuhan pangan global.

Alasannya, serangga penyerbuk yang punah, mengakibatkan penurunan produksi tanaman dengan kerugian 577 milyar dollar AS, belum lagi penurunan 23 persen panen global akibat degradasi tanah.

Peringatan juga disampaikan oleh Guru Besar Biologi Konservasi Universitas Indonesia Jatna Supriatna agar laporan IPBES tersebut dierspons serius oleh pemerintah dan masyarakat Indonesia.

“Kita memiliki keragaman hayati sangat tinggi, namun kerentanannya juga tinggi, “ ujarnya seraya menambahkan, berdasarkan “red list” International Union for Conservation of Nature (IUCN), jumlah spesies endemik di Indonesia yang terancam punah termasuk tertinggi di dunia.