KALA MARICA MBALELA

443 views

Kala Marica sesungguhnya berkeinginan memperistri Sarpakenaka yang jelek dan giginya berantakan, sekedar untuk meraih posisi di Ngalengka. Tapi kadung kalah set dengan Kaladusana lan Kala Nopati yang berhasil jadi suaminya. Ih, perempuan kok bersuami dua. Bagaimana jika sedang “kebelet”, kok seperti Jl. Thamrin Jakarta saja, three in one. Paling menakutkan, Kala Marica pernah menyaksikan Dewi Sarpakenaka tengah ribut dengan Kaladusana; wihhh…. mrenges, memamerkan deretan giginya yang mirip sinso penebang pohon.

“Pakne Jendul nggak usah macem-macem. Kamu ke sini modal apa? Hanya punya bonggol tanpa benggol kok macem-macem,” omel Sarpakenaka mempermalukan.

“Kalau benggol jaman Belanda ada tuh, nih buat kerikan!” jawab Kaladusana sambil membanting pintu. Kala Marica sebagai saksi mata hanya mampu mengusap dada.

Wayang liver (sakit hati) macam Kala Marica punya seribu cara untuk berbalas dendam. Sadar posisinya tak punya nilai, api kemarahannya diwujudkan dalam bentuk korupsi sebanyak mungkin. Kas kraton dibikin negatif. Padahal raja Dasamuka ini meskipun koruptor agung, juga tak senang jika wayang lain ikut-ikutan korupsi. Jangan sampai ada langit di atas langit. Walhasil Kala Marica yang pernah mengomendani tim sukses Satgas Pencurian Dewi Sinta, dipanggil untuk dipecat.

“Mau pecat gue, silakan saja! Tapi awas, segala permainan paduka akan saya obok-obok sampai jadi bebek lumpuh.” ancam Kala Marica sambil berkacak pinggang macam wayang mau diadu. Lah, memangnya wayang!

“Sialan lu,  malah menantang. Silakan saja buka skandal petinggi Ngalengka, memangnya gua takut? Dasar wayang tampang mirip Cakil!” omel Prabu Dasamuka langsung menyinggung anatomi, sekalian gebrak meja, niru Capres No. 02 tempo hari.

Untuk membangun citra bahwa tak berpihak pada koruptor, Prabu Dasamuka bukan sekedar memecat, tapi juga kasih instruksi untuk menangkap Kala Marica setelah semua  bukti-buktine lengkap termasuk posita dan petitumnya. Sayangnya kalah cepat. Baru kemarin sore dikeluarkan Sprindik, Kalamarica sudah kabur duluan ke luar negeri lewat bandara Sukarno-Hatta. Prabu Dasamuka langsung vertigo, gara-gara pusing dibikin sendiri. Awalnya kan hanya urusan Dewi Sinta, kok sekarang melebar ke masalah korupsi menggurita di Ngalengka? Ini ini namanya kan membuka borok gara-gara urusan  dalamnya rok! Hmm, Kala Marica memang kurang ajar, bikin rusak citra Ngalengka.