KALA MARICA MBALELA

442 views

“Terima kasih Gusti Prabu. Paduka memang raja yang dicintai rakyat.”

“Sudah, sudah, pulang cepat. Jangan memuji-muji aku,  nggaka da uang kecil.”      Kaladusana keluar istana dengan tersipu, dan langsung kembali ke Ngalengka, lupa bahwa harus mencari dan bawa pulang Kala Marica. Tentu saja Prabu Dasamuka jadi naik pitam. Diorbikan sebagai duta bangsa, kok tak menyelesaikan masalah. Namun demikian hanya ditahan di hati, sehingga Kaladusana tak merasa sedang kena marah.

“Wah, Prabu Ramawijaya itu hebat, lho. Saya tak dihukum mati, malah diberi hadiah macem-macem.” ujar Kaladusana tanpa nyadar juga.

“Bagus itu. Mana hadiahnya, coba saya mau lihat.” ujar Prabu Dasamuka sambil berpura-pura senyum pepsodent.

Kaladusana langsung memberikan sebilah keris tanpa curiga. Padahal begitu terpegang Prabu Dasamuka, keris itu langsung ditusukkan ke dada Kaladusana. Dalam hidungan detik suami Sarpakenaka mati seketika. Dewi Sarpakenaka menangis meraung-raung di atas mayat Kaladusana. Untung masih ada suami cadangan  Kala Nopati. Kalau tidak pasti langsung jadi anggota Partai Karya Peduli Janda. (Ki Gunawatoncarita)