Amnesty Serukan Mesir Akhiri Kekerasan Terhadap Tahanan yang Lakukan Aksi Mogok Makan

Ilustrasi Ratusan tahanan d Penjara Mesir mogok makan/ AP

MESIR – Amnesty International telah menyerukan pihak berwenang Mesir untuk segera mengakhiri kondisi kejam terhadap tahanan politik, yang telah melakukan mogok makan di sebuah penjara terkenal di Kairo.

Kelompok internasional tersebut mendesak pihak berwenang untuk menyelidiki tuduhan penyiksaan dan pelanggaran lainnya terhadap tahanan di penjara al-Aqrab di Tora, tepat di selatan ibukota Mesir.

Diperkirakan 130 tahanan telah melakukan mogok makan selama lebih dari enam minggu di dalam penjara yang dikenal sebagai Scorpion.

Trump memuji Sisi saat para kritikus menegaskan kembali kepedulian terhadap hak asasi manusia.

Secara total, sekitar 1.000 tahanan politik telah dipenjara di al-Aqrab setelah melakukan tindakan keras terhadap perbedaan pendapat dalam beberapa tahun terakhir.

Menurut laporan Amnesty serta kelompok-kelompok hak asasi manusia Mesir, para tahanan kehilangan hak-hak dasar mereka seperti kunjungan keluarga dan perawatan medis.

Banyak tahanan yang mogok sedang diadili di pengadilan militer atas dugaan upaya untuk membunuh asisten jaksa agung pada 2017. Mereka juga dituduh sebagai anggota “organisasi terlarang”, sebuah istilah yang digunakan untuk menggambarkan Ikhwanul Muslimin.

“Kombinasi dari kondisi penahanan yang tidak manusiawi dan tidak manusiawi serta penolakan kunjungan keluarga dan akses ke pengacara mereka … telah menciptakan situasi yang tak tertahankan bagi para tahanan,” kata Magdalena Mughrabi, wakil direktur Amnesty di Timur Tengah dan Afrika Utara, dilansir Aljazeera.

Kelompok-kelompok hak asasi manusia Mesir juga mengatakan bahwa pemerintah terlibat dalam “pelanggaran hak asasi manusia yang disengaja”.

Kelompok itu mengatakan beberapa tahanan dilarang melakukan kunjungan keluarga selama lebih dari setahun.