MRT Jakarta Belum Dilengkapi Pembangkit Cadangan, Ribuan Penumpang MRT Sempat Terjebak saat Mati Lampu

256 views
Ilustrasi/ Tribun

JAKARTA – Kereta Ratangga milik Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta pada Minggu (4/8/2019) siang tadi terhenti di tengah perjalanannya karena kehilangan pasokan energi akibat padamnya listrik PLN di wilayah Jabodetabek.

Sebanyak 3.410 penumpang pun sempat terjebak di dalam kereta yang terhenti, termasuk kereta yang sedang berada di jalur bawah tanah (subway).

Corporate Secretary Division Head MRT Jakarta, Muhamad Kamaluddin menuturkan, pembangkit cadangan atau backup genset MRT saat ini hanya didesain dan dioperasikan untuk kebutuhan listrik di stasiun. Sementara, pembangkit cadangan untuk sistem rel kereta belum lagi tersedia.

“Kebutuhan listrik untuk traksi kereta Ratangga sebesar 60MVA terlalu besar untuk dibuatkan pembangkit cadangan backup genset di internal MRT,” ungkap Kamaluddin, dilansir iNews.

Karenanya jika terjadi peristiwa luar biasa seperti blackout (terputusnya aliran listrik secara massal) PLN hari ini, proses evakuasi penumpang di subway jelas menjadi pekerjaan yang paling sulit.

Sementara, Pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama PT PLN, Sripeni Inten Cahyani, mengaku sangat prihatin atas kejadian pemadaman listrik yang menyebabkan kereta Ratangga harus berhenti beroperasi di tengah jalan. Dia menyebut pembangunan PLTG Senayan kini sudah mencapai 80 persen dan terus dilakukan pihaknya.

Sripeni menegaskan, pihaknya berjanji akan terus berupaya memberikan yang terbaik bagi para konsumen PLN. Dia juga berharap ke depannya, jika terjadi peristiwa buruk seperti ini, MRT terus dapat beroperasi dengan daya cadangan. “Mudah-mudahan ke depan, kalau beroperasi persoalan MRT ini terselesaikan,” ujarnya.