BMKG Tegaskan Pemadaman Listrik Tidak Terkait Gempa Banten

30 views
Ilustrasi

JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika  menyatakan listrik padam massal yang terjadi tidak ada kaitannya dengan peristiwa gempa bumi yang berpusat di selatan Banten dengan magnitudo 6,9.

Deputi Bidang Geofisika BMKG Muhammad Sadly mengatakan waktu terjadinya gempa Banten adalah Jumat (2/8/2019) pukul 19.03 WIB. Sementara pemadaman listrik Minggu (4/8/2019) pukul 11.45 WIB, maka rentang waktu kedua kejadian tersebut terpaut cukup lama.

Sadly juga mengatakan peta tingkat guncangan gempa bumi (shake map) Banten menyebabkan guncangan terbesar terjadi di wilayah Banten, Jawa Barat dan DKI Jakarta dalam skala intensitas III-IV MMI.

Skala itu, kata Sadly, berarti getaran gempa dirasakan nyata di dalam rumah seakan-akan ada truk berlalu hingga jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi.

Dampak gempa semacam itu, lanjut Sadly, belum mampu menimbulkan kerusakan pada struktur bangunan yang kuat.

Apalagi jarak antara pusat gempa atau episenter dan lokasi PLTU Suralaya, Merak, Banten sejauh 211 kilometer sehingga percepatan getaran tanah di Suralaya nilainya sangat kecil dan tidak memungkinkan terjadinya kerusakan.

Sementara PT PLN Persero, menurut Sadly sudah mengatakan padamnya listrik di wilayah Jakarta disebabkan oleh gangguan pada gas turbin 1 sampai 6 di Suralaya. Selain itu, gangguan juga terjadi di pembangkit listrik tenaga gas turbin Cilegon, Banten.