SENGON DEWANDARU

351 views

“Rama SBG, kapan dana talangan untuk PLG (Program Listrik Gratis) untuk pelanggan dewa segera diganti?” tanya Betara Brama sekali waktu.

“Sabar kenapa Batara Brama. Dana negara masih dikonsentrasikan untuk membangun jalan tol kahyangan – ngercapada.”

Neraca keuangan PLN kahyangan negatif, tapi para dewa di kahyangan berebut tambah daya. Yang biasanya hanya 2.300 watt, kini minta 5.000 watt, gratis pula. Bahkan Sanghyang Yamadipati paling serakah, minta 10.000 watt. Katanya jika catu dayanya kurang dari itu, tak bisa jabut nyawa malam hari. Padahal operasional Yamadipati itu 24 jam, jabut nyawa kapan saja, tak bisa dari pukul 07.30 sampai 16.00. Memangnya PNS?

Demikianlah, gara-gara listrik mati bersamaan dengan menghilangnya Sanghyang Brama, oglangan (lampu mati) listrik jadi berkepanjangan. Mati sekitar pukul 11.45, sampai sore belum juga nyala. Kahyangan Jonggring Salaka nyaris keos. Jalan-jalan macet akibat lampu bangjo ikut pula tewas. Yang pelihara ikan koi, terpaksa ikannya digrinting (dikeringkan) gara-gara mati kehabisan oksigin. Mesin ATM, minimarket tutup tak ada tranksksi.

“Dari sing belum bisa mandi, air macet.” Keluhg Sanghyang Kuwera.

“Aku sih tenang-tenang saja, wong mandiku hanya saban Suro.” Jawab Betara Tembara yang rupanya penganur aliran kebatinan.

Betara Surya yang ditunjuk sebagai Plt Dirut PLN kahyangan dipanggil ke Bale Marcakunda. Ternyata jawabannya muter-muter nggak jelas, SBG jadi kesal, tanpa banyak cingcong Betara Surya diminta mencari penyebab gangguan listrik di kahyangan tersebut. Dikasih waktu 3 X 24 jam, jika gagal akan dicopot dari jabatan dewa, diturunkan ke bumi agar ikut Adipati Karno anak biologisnya. Biar tahu bagaimana sedihnya nunut (numpang) sama anak.

Sesuai titah paduka SBG, Betara Surya segera menelusuri kabel tegangan tinggi (SUTET) dari kahyangan hingga ngercapada. Semua jaringan kabel dipelototi, sampai cengeng (sakit leher) gara-gara harus mendongak terus. Wayang ngercapada pun pada heran, tumben-tumbenan Betara Surya mau blusukan ke bumi, persiapan Pilkada 2020 kali. Apa dia punya kendaraan politik?  Memangnya partai Karya Peduli Janda banyak pengikutnya?