ANOMAN DUTA (1)

6.386 views

“Bagaimana patih Sugriwa, kita kirim Anoman apa Anggodo?”

“Demi adilnya, kita adu saja. Anoman-Anggodo disuruh berantem, dengan sponsor Udatimex seperti pertandingan tinju Mohammad Ali dulu.” Jawab Patih Sugriwa.

Demikianlah, kapi Anoman dan kapi Anggoda kemudian mengadu kesaktian di alun-alun Pancawati. Kedua anak muda milenial ini memang sama-sama kuat, mereka bersepupu, sebab Anoman adalah anak Dewi Anjani kakak Subali, sedangkan Anggodo anak Subali. Yang menjadi pertanyaan, kenapa Subali yang punya ajian Pancasona, justru diberikan kepada Dasamuka, bukan kepada anak kandung sendiri. Kabarnya, kala itu Subali terbelit utang bank, sehingga Dasamuka yang bisa menutupnya.

“Dimas Anggodo, kita berantem nggak perlu serius-serius amatlah. Ini formalitas saja. Jika Dimas yang menang, ya nggak papa, gua rela kok tak dikirim ke Ngalengka.” Ujar Anoman merendah.

“Ya enggaklah. Ini demi kehormatan kita bangsa kera di Pancawati. Kita harus bisa menjadi kera yang sukses, semua bisa berandil untuk kemajuan bangsa. Jangan sampai bangsa kita dilecehkan, sampai ada yang diperbudak orang jadi topeng monyet segala,” jawab Anggodo.

“Sssst, jangan bilang monyet begitu, kata-kata ini sedang sensitip.”

Dengan disaksikan panitia kecil, Anoman-Anggoda berantem. Anoman maunya formalitas saja, tapi Anggodo yang ingin menanjak kariernya sampai dipromosikan sebagai tokoh andalan, benar-benar serius dalam pertempuran ini. Dia memukul Anoman dengan kekuatan full. Tentu saja Anoman merasa kesakitan, akhirnya dia juga main gaspol, tak lagi memandang saudara.

Hanya dalam tempo 5 ronde, pertandingan selesai. Anoman menggunakan ajian Maundri dengam stelan setengahnya, itupun telah membuat pukulan tangannya menjadikan Anggodo pingsan. Itu artinya, kapi Anomanlah yang berhak menggondol tiket sebagai duta ke Ngalengkadiraja.

“Selamat Anoman, kamu besok pagi sudah bisa terbang ke Ngalengka,” puji Prabu Rama sambil menyalaminya.