Kurangnya Edukasi Terhadap Kakek Nenek Timbulkan Perselisihan dalam Merawat Anak

JAKARTA – Dalam deklarasi Komunitas Nenek-Kakek Pendukung Menyusui (KNKPM), dr. Utami Roesli, Sp.A mengatakan faktor utama menyusui bagi ibu adalah orangtuanya sendiri (nenek).

Banyak penelitian menyebutkan, memang benar banyak ibu menyusui mengeluh dan merasa tidak nyaman dalam masa menyusui dikarenakan tekanan dari ibunya sendiri. Terlebih ibu mertua. Perbedaan zaman dan pandangan cara mendidik serta merawat bayi menjadi awal permasalahannya.

“Kurangnya edukasi dan sosialisasi terhadap kakek-nenek menjadikan banyak perselisihan dalam urusan mengurus bayi. Maka dari itu, perlu dan penting diadakannya edukasi bukan hanya kepada ibu hamil maupun menyusui. Tetapi juga para kakek, nenek, ayah, dan mertua harus juga mendapatkan edukasi seperti ini. Dengan dibentuknya Komunitas Nenek-kakek Peduli Menyusui seperti ini, diharapkan lebih mudah dalam mengedukasi khususnya para kakek dan nenek serta mertua. Supaya dalam mengurus bayi senada dengan ibu yang sedang menyusui,” ujar dr. Utami, dilansir laman dompetdhuafa.org.

Salah satu contoh yang paling banyak ditemui adalah si bayi yang makan pisang. Mungkin orang tua jaman old menganggap bahwa memberi makan pisang kepada bayi menjadi alternatif saat ASI sedang tidak keluar ketika bayi sudah merasa lapar.

Padahal menurut WHO hal tersebut kurang dianggap bijak. Contoh lain adalah susu kemasan yang dijadikan alternatif pengganti ASI tatkala sang ibu sibuk dengan karirnya, meskipun sang ibu sebenarnya masih dapat menghasilkan ASI bagi si bayi. Juga masih banyak hal-hal lainnya.

Sebagai petugas kesehatan, dr. Utami mengatakan penyebab keluar tidaknya ASI, faktor utamanya bukanlah dari kesehatan fisik atau stamina dari seorang ibu. Melainkan psikis sang ibu yang menjadi faktor penting.

Seorang ibu yang terlihat sangat sehat dan bugar, memiliki payudara yang sehat dan kencang bisa jadi tidak menghasilkan ASI. Dikarenakan banyaknya faktor eksternal, seperti tekanan dari orangtua, kurang mendapat kenyamanan dari sang suami, banyak pikiran pekerjaan, ketakutan dan kekhawatiran terhadap si bayi, serta faktor lainnya yang datang dari luar kemudian mempengaruhi psikologinya.

Utami juga mengatakan kenyamanan seorang ibu adalah faktor terpenting yang paling utama dalam proses menyusui. Bahkan ia bercerita seorang ibu belum pernah hamil, kemudian memilih untuk mengadopsi seorang bayi, dapat menghasilkan ASI sebagaimana seorang ibu yang habis melahirkan