150 KK di Bantul Masih Tinggal di Zona Merah Bencana

Ilustrasi Korban gempa Sulteng dirikan rumah di Zona merah bencana/ VOA Indonesia

BANTUL – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyebut ada sekitar 150 kepala keluarga yang masih tinggal di zona merah atau rawan terkena bencana.

Sekretaris BPBD Bantul Muhammad Baried di Bantul, Jumat (6/9/2019) mengatakan, secara bertahap mereka akan direlokasi.

Menurut dia, seratusan keluarga yang tinggal di zona merah bahaya itu sebagian besar ada di wilayah Kecamatan Imogiri dan Dlingo, yang mana bermukim di lereng tebing yang berpotensi longsor ketika musim hujan.

Ia mengatakan, keluarga yang masih tinggal di zona merah itu karena beberapa faktor diantaranya sudah sejak lama tinggal di kawasan itu dan merupakan tanah satu-satunya yang dimiliki dan tidak punya tempat tinggal lain.

“Makanya bertahap, karena masyarakat sendiri ketika tidak ada bencana susah kita relokasi, biasanya ketika ada kejadian baru bisa. Kendalanya hanya punya tanah di situ, sehingga mau pindah agak sulit, apalagi sudah sejak dulu di situ,” katanya.

Selain itu, menurut dia, di wilayah zona merah yang memang belum pernah kejadian bencana membuat warga yang tinggal merasa nyaman dan tidak memikirkan ancaman bahaya, sehingga cenderung bertahan di tempat tinggalnya.

“Karena itu dari kabupaten juga kita upayakan relokasi, dari bantuan pusat sudah ada program untuk menggurangi masyarakat yang di zona merah. Tahun ini 40 rumah dulu, tahun besok ajukan lagi untuk merelokasi yang lainnya,” katanya, dikutip Antara.