Puluhan KK di Zona Merah Bencana di Bantul Akan Direlokasi

Ilustrasi Longsor di Tasikmalaya/ Antara

YOGYAKARTA – Sebanyak 40 kepala keluarga di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta yang tinggal di zona merah atau rawan bencana akan dipindahkan ke lokasi yang lebih aman.

“Tahun ini ada dana hibah dari pusat yang harus kita laksanakan, ada 40 unit rumah yang kita bangun diperuntukkan untuk masyarakat yang tinggal di zona merah,” kata Sekretaris BPBD Bantul Muhammad Baried di Bantul, Kamis.

Menurut dia, 40 unit rumah itu akan dibangun di wilayah Kecamatan Imogiri dan Dlingo untuk kemudian ditempati bagi puluhan keluarga di dua kecamatan tersebut yang sesuai peta BPBD masuk zona merah rawan longsor.

“Di daerah Dlingo sama Imogiri 40 unit rumah, dan saat ini baru tahap lelang. Nanti setelah lelang mulai September akhir fisiknya bisa kita laksanakan, itu program dari dana hibah pusat untuk relokasi warga di rawan longsor,” katanya.

Baried menjelaskan, dua wilayah kecamatan tersebut memang terdapat kawasan rawan bencana longsor apabila diguyur hujan deras, karena lokasinya berada di lerang-lerang perbukitan dengan kondisi tanah labil.

Lokasi pembangunan rumah untuk relokasi, lanjut dia, berada tidak jauh dari tempat tinggal para keluarga di zona merah tersebut, namun sudah sesuai kajian bahwa lokasinya merupakan zona aman dari bahaya.

“Lokasinya sudah ditentukan tidak jauh dari (tempat tinggal) mereka, kemarin sudah kita koordinasikan dengan pemerintah desa, dan itu luasannya hampir setengah hektare (5.000 meter persegi) untuk 40 rumah itu,” katanya, dilansir Antara.