BJ Habibie Tak Peduli IQ Pribadi

577 views
Habibie dan Ainun semasa hidup/ tribun

JAKARTA – Banyak orang yang langsung percaya ketika disebutkan bahwa BJ Habibie, tokoh pendiri Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), memiliki kecerdasan intelektual (IQ) tertinggi di dunia. Namun, wartawan senior Parni Hadi menceritakan bahwa Presiden RI ketiga itu tidak pernah peduli dengan tingkat IQ-nya sendiri.

“Saya pikir, beliau itu super cerdas atau genius, tapi ketika diberitakan ia memiliki IQ tertinggi di dunia, Mas Rudy tampak tidak peduli. ‘Orang bilang apa saja terserah, yang jelas saya tidak pernah diukur IQ saya untuk itu’,” kata Parni Hadi di Jakarta, Rabu, ketika dimintai kenangannya bersama BJ Habibie.

Parni Hadi merupakan satu dari segelintir wartawan yang dekat dengan Habibie, tokoh terbaik Indonesia yang wafat Rabu sore ini. Parni terbiasa menyebut Habibie dengan Mas Rudy.

“Banyak sekali kenangan pribadi saya dengan almarhum Mas Rudy sejak kenal pada 1977 sebagai wartawan Antara. Beliau yang menugasi saya memimpin Republika 1993, memimpin LKBN Antara 1998,” kata wartawan yang bergabung di Kantor Berita ANTARA sejak 1973 itu.

Bagi Parni Hadi, Habibie adalah Bapak Kebebasan Pers Indonesia, Bapak Reformasi dan Bapak Demokrasi, di samping Bapak Teknologi Indonesia.

“Pers, reformasi, dan demokrasi adalah satu kesatuan,” kata tokoh pers itu.

Habibie dikenang sebagai sangat peduli dan berdedikasi tinggi untuk siapkan SDM yang menguasai teknologi canggih. Tapi, kata Parni, Habibie lebih memilih orang yang berkarakter baik daripada orang pintar saja.

Sebagai insinyur kelas wahid dengan sejumlah hak paten produk hi-tech, Habibie di mata Parni merupakan orang yang sangat rasional, tidak berbelit-belit, to the point, dan demokratis.

“Karena super cerdas, beliau juga ingin semuanya super cepat dan temperamennya tinggi, tapi hatinya gampang tersentuh dengan soal kemanusiaan dan karya seni yang bermutu tinggi dan multidimensional,” ujarnya.