HARJUNA CATUR (I)

655 views

Kalangan wayang tak berani protes terbuka. Sebab jika protes malah dimasukkan kategori wayang “sukerta” yang harus menjadi santapan Betara Kala, dimakan mentahan, paling-paling pakai bumbu saus. Sudah banyak wayang kritis diuntal malang oleh Betara Kala gara-gara menolak konversi minyak tanah ke gas elpiji.

“Kami bukanya menolak, tapi jangan bikin kebijakan koruptif, dong! Masak yang bikin aturan bapak, anaknya langsung memanfaatkan.” Protes Betara Kresna.

“Ini enaknya jadi anak pejabat tinggi negara. Maka jangan banyak mulut kamu, ketimbang tak makan mentahan pula nanti,” ancam Betara Kala. Tapi itu hanya gertak sambal, karena makan titisan Betara Wisnu sama saja cari penyakit.

Alkisah, krisis keuangan di Madukara semakin parah. Sembadra-Srikandi pusing mengatur uang belanja. Demi penghematan, di dapur mereka lebih sering masak sayur lodeh, yang tambah hari tambah enak ketika dingat-nget (dipanasi) terus. Balita Abimanyu sudah lama tak diajak belanja ke mal, mainannya juga kembali ke othok-othok dan manuk-manukan dari lempung. Sekarang, pengeluran rupiah demi rupah harus diperhitungan dengan ketat.

Paling kritis sekaligus ironis, duet Sembadra-Srikandi berani mengusir Harjuna dari Madukara, gara-gara tak mau menambah uang belanja. Keduanya mengancam, boleh kembali asalkan siap menambah APBD-P barang Rp 2-3 juta sebulan. Jika tidak, silakan pergi sampai kapanpun. Kalau perlu 3 kali Lebaran semacam Bang Toyib.

“Gaji saya memang kecil, apakah saya harus korupsi, Bune kulup. Mau dikorupsi juga apa, tak ada dana lebih di Amarta.” Kata Harjuna memberi alasan.

“Bodo amatlah, pokoknya boleh pulang kalau bawa uang.” Ancam Srikandi.

Bahkan Sembadra-Srikandi memberikan hukuman tambahan, boleh pulang manakala berhasil memboyong Kembang Jatikesuma yang hanya tumbuh di kahyangan Jonggring Salaka. Jika dua sarat itu tak bisa dipenuhi, talak tiga pun akan  jatuh. Artinya Harjuna tak bisa balen (rujuk) lagi dengan Sembadra-Srikandi kecuali sudah dinikahi lelaki lain. Meski hanya sekedar kembang, jika dijaminkan ke bank bisa dapat uang miliaran, melebihi hasil gadai SK anggota DPRD.