HARJUNA CATUR (I)

654 views

Kabar Sembadra-Srikandi ditinggal kabur suami, segera ramai di medsos, bahkan viral. Namanya juga wayang cantik dan cerdas legendaries, bergitu mereka dalam status “janda”, banyak yang berebut untuk mempersuntingnya, terutama cowok yang pernah naksir baik Srikandi maupun Sembadra. Perginya Harjuna dianggap peluang untuk ekspansi mendapatkan kembali sekar kedaton Madukara.

“Paman Durna, masih pengin Srikandi nggak? Ini ada peluang bagus.” Kata Patih Sengkuni mulai ngompori, sebagaimana kebiasaan lama patih Ngastina.

“Ah, trima prei (nggaklah). Aku sudah tua, nggak rosa-rosa macam Mbah Marijan lagi. Dana juga terbatas……” Jawab Pendita Durna angin-anginan.

Beda dengan Burisrawa ksatria Cindekembang, putra Prabu Salya. Jangankan Harjuna sedang kabur-kaburan, sedangkan ketika guyub rukun bagaikan mimi-mintuna dengan Sembadra saja doanya siang malam selalu jelek, ”Bercerailah, ribut melululah, biar aku bisa menggunakan kesempatan dalam kesempitan.” Dan sekarang, saat yang ditunggu-tunggu itu benar-benar telah hadir.

Namun demikian Burisrawa tetap kurang pede juga mendekati Sumbadra. Sebab di samping putri idolanya, ada Srikandi perempuan cantik tapi galaknya macam anjing beranak. Burisrawa khawatir di saat melakukan lobi-lobi politik ke Sembadra malah disiram air oleh Srikandi. Karenanya dia kemudian minta tolong kakak iparnya, Prabu Baladewa yang sekaligus juga kakak kandung Sembadra. Di tangan Baladewa niscaya semua jadi beres.

“Dilobi sendiri kenapa sih. Laki-laki kok takut perempuan. Bagaimana kamu mau jadi kepala rumahtangga kalau jadi suami takut istri.” Sindir Prabu Baladewa.

“Bener kangmas Prabu. Jangankan mau ngomong, baru ketemu Sembadra saja aku sudah gemetar duluan, macam koruptor dipanggil KPK.” Jawab Burisrawa sejujurnya.

Namanya juga adik ipar, mau tak mau Prabu Baladewa harus membantu. Tapi dia sendiri kurang dekat dengan Sembadra. Ada adiknya lagi, Betara Kresna yang jadi raja di Dwarawati. Dia lebih dekat dengan Sembadra. Dengan demikian segala nasihatnya pasti akan diterima. Demi misi cinta Busisrawa, Prabu Baladewa pun terbang ke Dwarawati. Maksudnya, naik pesawat, karena Baladewa memang tidak bisa terbang. (Ki Guna Watoncarita)