Mitos Atau Fakta, Sebelum Usia 40 Hari Bayi tak Boleh Keluar ?

534 views
Ilustrasi/ IST

JAKARTA – Banyak orang tua percaya, sebelum berusia 40 hari, bayi tidak boleh dibawa pergi ke luar rumah. Mito atau fakta?

Menurut Dokter Spesialis Kandungan, dr. Boy Abidin SpOG, hal tersebut sebenarnya hanyalah mitos. Sejatinya 40 hari itu adalah proses pemulihan setelah melahirkan atau masa nifas.

“Jadi masa nifas 6 minggu. 6 (minggu) x 7 (hari) sama dengan 42 hari. Jadi, itu masa di mana organ-organ reproduksi, kesehatan lainnya seperti jantung semuanya akan kembali ke kondisi semula,” ucap dr. Boy Abidin, SpOG seperti dilansir Detik (25/11).

Sebelum usia 40 hari, bayi sendiri masih dalam masa perinatal, yaitu suatu kondisi bayi yang kemungkinan besar masih mengalami perubahan. Misalnya saja bilirubinnya naik dan kondisi yang belum stabil, sehingga membuat bayi belum bisa beradaptasi dengan baik di lingkungan sekitarnya.

“Jadi, sebaiknya 40 hari ibunya sudah kembali sehat, bayinya juga sudah dianggap lebih kuat. Karena selama 40 hari (pertama bayi) diharapkan mendapatkan ASI yang mengandung antibodi untuk kekebalan tubuh bayi,” jelas dr. Boy.

Boleh tidaknya pergi bersama bayi sebelum usia 40 hari sangat bergantung dengan kondisi masing-masing ibu dan si kecil. Meski belum ada bukti ilmiah yang menyatakan bahwa bayi dilarang keluar rumah sebelum genap 40 hari, ada baiknya Anda tetap berkonsultasi ke dokter soal kondisi si kecil jika ingin dibawa ke luar rumah.