13.863 Pengungsi dari Berbagai Negara Tinggal di Indonesia

107 views
Ilustrasi Dompet Dhuafa salurkan bantuan untuk pengungsi dari berbagai negara di Jakarta/ DD

ANKARA – Ketua Pelaksana Harian Satgas Penanganan Pengungsi Luar Negeri Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Brigjen Pol Chairul Anwar mengatakan saat ini di Indonesia ada kurang lebih 13.863 pengungsi dari luar negeri yang terdiri dari 3.278 pencari suaka, dan 10.585 pengungsi.

“Dari jumlah tersebut, kurang lebih 60% berasal dari Afghanistan dan sebanyak 8.138 pengungsi ditampung di rumah detensi imigrasi di bawah bantuan International Organization for Migration (IOM),” katanya saat bertemu dengan delegasi dari Kementerian Luar Negeri Turki di Ankara.

Semua pengungsi tersebut ditampung di community house di bawah bantuan IOM, baik kebutuhan akomodasi, kebutuhan dasar hidup mereka, pendidikan dan kesehatan.

Dia menjelaska,  Indonesia telah melakukan beberapa upaya, salah satunya dengan dikeluarkannya Peraturan Presiden Nomor 125 Tahun 2016 tentang penanganan pengungsi dari luar negeri. Di dalam Perpres tersebut diatur tentang bagaimana peran Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah dalam penanganan pengungsi dari luar negeri.

“Mekanisme penanganan mulai dari penemuan pengungsi di perairan laut Indonesia, kemudian penampungan, kemudian pengawasan, dan pengamanan. Kerja sama kami dengan UNHCR Indonesia sangat harmonis dan baik sekali, kami selalu melakukan pertemuan dan koordinasi untuk membahas permasalahan baik yang dihadapi oleh UNHCR ataupun oleh Pemerintah Indonesia,” kata Chairul.

Upaya lainnya yang dilakukan Pemerintah Indonesia terhadap penganganan pengungsi adalah melalui pemulangan secara sukarela. Jadi, para pengungsi yang bersedia dan ingin kembali ke negara asal mereka akan dipulangkan dan dibiayai penuh.

“Upaya deportasi, apabila pengungsi yang masuk ke Indonesia telah ditetapkan sebagai case closed, UNHCR akan menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah Indonesia untuk melakukan deportasi,” kata Chairul, dikutip Sindonews.