Perusahaan Pelat Merah kok Nyelundup

115 views
Menteri Keuangan Sri Mulyani (kiri) dan Mentrei BUMN Erick Thohir (no. 3 dari kiri) (5/12) sedang memeriksa sepeda motor Harley Davidson yang diselundupkan di pesawat Garuda dalam penerbangan ferry (diseberangkan dari pabiknya-red) dari pabrik pesawat Airbus di Toulous, Perancis ke Indonesia beberapa waktu lalu.

PT GARUDA Indonesia Tbk selain perusahaan negara yang berfungsi sebagai agen pembangunan, memberikan pelayanan sekaligus mencari laba, juga menjadi “flag carrier” pembawa citra bangsa dan negara.

Sangat menyedihkan, pesawat baru Air Bus A330 – 900 Neo milik maskapai penerbangan nasional yang menjadi identitas Indonesia itu saat ferry flight atau penerbangan dari pabrik pembuatnya di Toulouse Perancis ke tanah air digunakan mengangkut barang selundupan.

Terungkap 18 karton di ruang bagais pesawat berisi onderdil dan bodi sepeda motor Harley Davidson (HD) klasik bekas buatan tahun 1970-an dalam keadaan terurai dan sepeda mewah merk Brompton yang tidak dilindungi dokumen-dokumen yang dipersyaratkan.

Menurut taksiran Kementerian Keuangan, diperkirakan negara mengalami kerugian antara Rp532 juta hingga Rp1,5 milyar dari Bea Masuk yang seharusnya dibayar untuk memasukkan kedua barang mewah itu.

Saat ditemukan oleh petugas Bea dan Cukai, kardus-kardus tersebut berlabel nama pegawai Garuda, SAS yang agaknya sengaja “pasang badan” untuk melindungi pimpinannya yang menginstruksikan pengangkutan motor HD yang terurai dan sepeda Brompton.

Sejauh ini Corporate Secretary, Moh. Ikhsan Rosan dan Direktur Utama Pt Garuda Indonesia (Persero) Tbk Ari Akhsara bungkam, sementara Menkeu Sri Mulyani dan Dirjen Perhubungan Udara Polana B Pramesti mengatakan, oknum-oknum yang terlibat bakal dikenakan UU No. 17 tahun 2006 tentang kewajiban kepabeanan.

Sebelumnya, penyelundupan 48 emas batangan dengan berat satu Kg per batang dengan pesawat Garuda pernah terjadi berkat kerjasama dua pilot dan seorang copilot Garuda dengan pengusaha Kho Kian Kie pada 1976.

Ironisnya, kasus penyelundupan kali ini terjadi di tengah upaya menteri BUMN baru, saat Erick Thohir bertekad merombak dan membenahi kinerja 142 perusahaan pelat merah tersebut terutama yang strategis seperti PLN, Pertamina, Krakatau Steel dan Garuda.