Insiden Florida Uji Kemitraan AS – Saudi

80 views
Seorang personil AU Arab Saudi yang sedang mengikuti program latihan di pangkalan AL AS di Pensacola, Florida, Jumat (6/12) memberondongkan peluru pestolnya hingga menewaskan tiga orang dan melukai 12 lainnya.

PENEMBAKAN oleh personil militer Arab Saudi yang sedang berlatih di pangkalan AL Pensacola, Florida, Amerika Serikat, Jumat lalu (6/12) mengusik hubungan kemitraan kedua negara pasca peristiwa 11 September 2001.

Terduga pelaku, Letnan Dua AU Saudi, Moh. Saeed Alshamrani secara tak terduga memberondongkan peluru pestolnya di ruang kelas saat pelatihan militer di pangkalan AL AS tersebut sehingga menewaskan tiga orang dan melukai 12 lainnya. Pelaku juga tewas dilumpuhkan.

Gubernur Florida Ron deSantis meminta agar pemerintah Saudi ikut bertanggung jawab atas peristiwa terebut dengan memberikan kompensasi bagi para korban dan keluarga yang ditinggalkan serta ikut memulihkan kondisi mereka.

“Pemerintah Saudi berhutang di sini karena pelakunya adalah warga mereka, “ kata deSentis.

Sedangkan Presiden AS Donald Trump mencoba memenangkan rakyatnya dengan mengatakan bahwa Raja Salman sudah menyampaikan duka cita dan simpatinya pada para korban dan menyatakan bahwa rakyat Saudi juga marah atas insiden itu.

“Aksi pelaku tidak mencerminkan sikap rakyat Saudi yang juga marah atas kejadian barbar tersebut dan menganggap AS sebagai mitra dan teman , “ ungkap Trump dalam cuitannya menirukan pernyataan Raja Salman.

Namun demikian aksi penembakan di pangkalan Pensacola itu mau tidak mau mengungkit kembali duka dan luka rakyat AS atas peristiwa 11 September 2001 yang melibatkan 15 warga Saudi dari seluruhnya 19 pelaku.

Menhan AS Mark Esper menyatakan, pihaknya akan mengusut apakah seleksi terhadap personil asing yang mengikuti program militer di negaranya perlu diperketat lagi.
Program pelatihan di Pangkalan Pensacola digelar sejak 1985 yang pada awalnya khusus untuk melatih personil Saudi, kemudian diperluas dengan personil dari berbagai negara.

Saudi walau pun dalam konteks geo politik berada di kubu negara-negara Arab melawan Israel, namun menjadi mitra utama AS, tidak saja dalam kerjasama pengelolaan migas, tetapi juga di bidang militer.