Tanggapi RUU AS tentang Uighur, Xinjiang Sebut sebagai ‘Campur Tangan Kotor’

223 views
Ilustrasi bendera Tiongkok yang terbang di atas masjid Juma di kota Kashgar di wilayah Xinjiang barat China/ AFP
XINJIANG – Gubernur Provinsi Xinjiang, China barat, mengecam Amerika Serikat karena meloloskan undang-undang atas perlakuan Beijing terhadap minoritas Muslim Uighur dengan mengatakan langkah itu merupakan “pelanggaran hukum internasional” dan “campur tangan kotor” di internal negara itu.

RUU itu, yang disahkan oleh DPR AS minggu lalu, mengharuskan presiden AS untuk menjatuhkan sanksi pada pejabat pemerintah Cina yang bertanggung jawab atas dugaan penindasan terhadap Uighur, sebuah komunitas Muslim minoritas yang tinggal di Xinjiang.

Undang-undang itu dikeluarkan beberapa bulan setelah panel hak asasi manusia PBB menuduh bahwa hingga dua juta orang Uighur dipaksa masuk ke “kamp-kamp politik untuk indoktrinasi” di wilayah otonom, yang menampung sekitar 10 juta warga Uighur.

China menolak klaim menganiaya warga Uighur, dengan mengatakan telah mengambil langkah-langkah anti-terorisme terhadap separatis di wilayah yang berusaha bergabung dengan pakaian Takfiri seperti al-Qaeda.

Beijing menggambarkan kamp-kamp di Xinjiang sebagai “pusat pelatihan kerja dan pendidikan kejuruan,” yang merupakan bagian dari upayanya untuk mengatasi keterbelakangan dan kurangnya lapangan kerja di daerah tersebut.

Berbicara di sebuah pers pada hari Senin, Gubernur Xinjiang Shohrat Zakir mengecam undang-undang tersebut sebagai “pelanggaran berat terhadap hukum internasional dan campur tangan kotor dalam urusan dalam negeri China.”

“AS mulai gelisah dan telah meluncurkan kampanye kotor melawan Xinjiang,” tambah Zakir. “Tapi tidak ada kekuatan yang bisa menghentikan kemajuan Xinjiang menuju stabilitas dan pembangunan.”

Zakir mengatakan AS menutup mata terhadap stabilitas sosial di wilayah itu dan menggunakan masalah di sana untuk menabur perselisihan di antara kelompok etnis di China.

Tindakan anti-terorisme di Xinjiang tidak berbeda dengan yang ada di Amerika Serikat, tambahnya.