Myanmar Terancam Boikot terkait Rohingya

Pengungsi Rohingnya di kam pengungsian. Penasehat Negara Myanmar, Aung San Suu Kyi harus mempertanggungawabkan aksi genosida yang dilancarkan rezim Myanmar terhadap etnis minoritas Rohngya dalam Sidang di Mahkamah Internasional (ICC) di Den Haag, Belanda (10 sampai 13 Desember).

SELAIN menghadapi gugatan di sidang Mahkamah Internasional (ICJ), Den Haag, Belanda, Myanmar juga terancam kampanye boikot oleh Koalisi Internasional bagi Pembebasan Rohingya.

Koalisi dalam penyataannya (9/12) mengemukakan, kampanye boikot akan digelar di sepuluh negara dan dalam upaya memberikan tekanan nyata pada rezim Myanmar, mereka mengajak perusahaan, investor, profesional dan organisasi kebudayaan untuk menekan hubungan dengan rezim tersebut.

Sebelumnya Tim Pencari Fakta PBB setelah melakukan investigasi berbulan-bulan menyimpulkan ada 206 perusahaan yang terafiliasi atau berkerjasama dengan unit usaha militer Myanmar serta terlibat pendanaan operasi militer terhadap etnis minoritas muslim Rohingya.

Seruan Koalisi Internasional bagi Pembebasan Rogingya dirilisi saat Pensehat Negara Myanmar Aung San Suu Kyi menginjakkan kakinya di Amsterdam, Belanda, Minggu malam (8/12) untuk mewakili tim pembela pemerintah Myanmar di sidang-sidang ICJ mulai Selasa ini.

Suu Kyi sendiri menyebutkan, kehadirannya di sidang ICJ Den Haag adalah untuk membela kepentingan Myanmar menghadapi gugatan yang dilayangkan komunitas internasional diwakili Gambia terkait perlindungan bagi warga etnis minoritas Rohingya dari aksi pembersihan etnis (ethnic cleansing).

Sejauh in, baik Suu Kyi mau pun rezim Myanmar menampik tudingan terjadinya praktek ethnic cleansing atau genosida terhadap warga Rohingya dan juga menolak kehadiran penyelidik asing karena dianggap bertentangan dengan hukum internasional.

Rezim Myanmar juga tidak mengakui kewenangan ICJ karena negara itu tidak ikut meratifikasi konvensi internasional tentang ICJ dan Mahkamah Kriminal Internasional (ICC).
Sebaliknya para penggugat menganggap keberadaan sekitar satu juta pengungsi Rohingya di kamp pengungsian Cox Bazar, Bangladesh akibat aksi persekusi etnis mayoritas dan militer Myanmar sebagai alasan mereka menggugat ke ICJ dan ICC.

Suu Kyi Penyandang Nobel Pedamaian
Suu Kyi, penyandang Hadiah Nobel Perdamaian pada 1991 dikecam internasional karena bergeming terhadap aksi-aksi kekerasan dan genosida oleh aparat militer Myanmar terhadap etnis muslim Rohingya.