Sejumlah Strategi Dompet Dhuafa dalam Entaskan Kemiskinan di Desa

Diskusi Indonesia Poverty Outlook 2020/ Znews

JAKARTA – Diskusi Indonesia Poverty Outlook 2020 yang diselenggarakan Dompet Dhuafa  mengangkat tema  “Peta Strategi Penanggulangan Kemiskinan Berbasis Pertumbuhan Ekonomi (Pro-Poor City Index).”

Executive Director Dompet Dhuafa Imam Rulyawan menyampaikan, perlu upaya bersama dari berbagai sektor untuk mengatasi masalah kemiskinan di Indonesia, yakni salah satunya, lewat lembaga filantropi.

Imam menambahkan, sebagai lembaga yang mengelola dana Islam sosial (social Islamic fund), Dompet Dhuafa sangat konsen dalam memberdayakan kaum dhuafa. Baik dari segi ekonomi, kesehatan, pendidikan, dakwah, maupun pelayanan sosial kemasyarakatan.

Menurut Imam, saat ini masyarakat miskin lebih banyak berada di perdesaan (12%) jika dibandingkan dengan yang di perkotaan (6%). Karena itu, Dompet Dhuafa menjalankan strategi pemberantasan kemiskinan dengan masuk ke desa-desa.

Upaya itu telah dijalankan oleh Dompet Dhuafa, salah satunya, lewat program mustahik move muzaki, yaitu menjadikan para penerima zakat menjadi pemberi zakat. Caranya, dengan meningkatkan kapasitas para penerima manfaat dan menaikkan usaha skala rumah tangga ke level industri.

“Kita siapkan konsep dari hulu sampai hilir, mulai dari produksi, pemodalan, pendampingan, sampai dengan hilirnya, yaitu market atau pasarnya. Semua kita sediakan,” terang Imam, di Auditorium Adhiyana Wisma Antara, Jakarta, Senin (9/12/2019), dilansir Znews.

Dompet Dhuafa juga telah mengelola lahan seluas 10 hektare di daerah Subang, Jawa Barat, yang ditanami buah naga, nanas, jambu kristal, avokado, dan pepaya. Selain itu, juga mengelola pabrik kopi di Parung, Bogor, yang menghasilkan produk kopi kemasan.

Dilanjutkannya,  Dompet Dhuafa menargetkan membangun 10 lokasi sentra produksi serupa, termasuk mengembangkan sentra ternak kambing dengan target 450 ekor di 2019. Lokasi yang dipilih di antaranya Cirebon, Purwakarta, dan Serang.