Hari Bolos Nasional

139 views
Jalan tol Japek (Jakarta-Cikampek), sengaja dibuat bergelombang, karena banyaknya lintasan di bawahnya.

SETELAH dunia dikuasai internet, sistem aplikasi di jagad maya semakin memudahkan orang berkehidupan. Orang butuh barang tak harus ke warung, toko atau pasar; melalui belanja online semua sudah tercukupi. Maka untuk menggalakkan belanja online hadirlah kampanye bisnis yang namanya Harbolnas alias Hari Belanja Online Nasional. Tapi berkaitan dengan libur Natal 24-25 Desember hari ini, Harbolnas berubah arti menjadi Hari Bolos Nasional, karena banyak ASN yang memanfaatkan bolos bersama pada hari kejepit, yakni pada Senin 23 Desember!

Rupanya yang namanya membolos sudah menjadi “naluri” orang Indonesia. Banyak orang melakukan tanpa merasa bersalah. Wakil rakyatnya di Senayan misalnya, jika sidang paripurna yang hadir kurang dari separo. Sebaliknya yang jadi rakyat biasa, ASN  khususnya, banyak yang suka main babat di hari kejepit nasional. Setiap terbit kalender baru, yang dicermati justru di bulan apa saja adanya Harpitnas alias Hari Kejepit Nasional.

Pada libur Natal 2019 ini, pemerintah bermurah hati pada rakyatnya. Ketika hari Natal 25 Desember jatuh pada hari Rabu, maka hari Selasa sebelumnya dijadikan hari libur bersama. Tapi dasar orang Indonesia memang rajin membolos kata Bu guru….. sebagaimana lagu “Amrin membolos” karya Pak Kasur tahun 1960-an, maka ketika melihat kalender Senin 23 Desember menjadi hari kejepit, dibabatnya sekalian untuk berlibur diri, pulang kampung.

Biasanya libur nasional adalah Hari Lebaran 1 Syawal. Tapi setelah ekonomi anak negeri bangkit mulai di era Orde Baru, libur nasional yang menarik perhatian bukan saja seputar Lebaran, tapi juga libur Natal dan Tahun Baru yang seakan jadi satu paket Nataru (Natal dan Tahun Baru).  Mereka yang punya dana berlebih, berbondong-bondong pulkam.