Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca Digelar untuk Kurangi Hujan di Jabodetabek

Ilustrasi : Hujan. Foto: ayienice.wordpress.com

JAKARTA – Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB Agus Wibowo mengatakan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelar operasi teknologi modifikasi cuaca (TMC) sejak 3 Januari 2020.

Hal tersebut dilakukan untuk mengurangi intensitas curah hujan di wilayah Jabodetabek pasca hujan ekstrem 1 Januari 2020.

“Operasi TMC melalui pesawat fixed-wings telah melakukan 20 sorti penerbangan dengan total bahan semai NaCl mencapai 32 ton,” katanya, dilansir Tempo.co, Kamis (9/1/2020).

Bahan NaCl atau natrium klorida merupakan bahan utama garam dapur. Bumbu masak itu dipakai untuk menyemai atau mematangkan awan sehingga sebagian hujan tidak turun di wilayah Jabodetabek.

Misalnya, Selasa lalu pesawat CN 295 dan Casa 212-200 milik TNI melakukan 4 sorti penyemaian awan dengan cakupan wilayah barat daya, barat, dan barat laut Jabodetabek. Total bahan semai NaCl yang diangkut mencapai 6,4 ton.

Berdasarkan laporan BPPT, hujan berhasil diturunkan di perairan barat laut dan barat daya Jabodetabek. Laporan ini merujuk pada data satelit yang menunjukkan wilayah terjadinya hujan.

Pada sorti pertama dengan menggunakan CN295, bahan semai NaCl sebanyak 2,4 ton disebarkan pada wilayah barat hingga barat daya Jabodetabek, sorti berikutnya dengan Casa 212-200 dengan kapasitas semai 800 kg mendistribusikan bahan semai di perairan Selat Sunda.

Sorti ketiga, bahan semai ditebar di barat laut Jabodetabek, sedangkan sorti terakhir dengan CN 295 bahan semai sejumlah 2,4 ton disemai pada wilayah barat hingga barat laut Jabodetabek.

BNPB bekerja sama dengan BPPT dan TNI berencana terus melakukan operasi TMC untuk mengantisipasi cuaca ekstrem, khususnya curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang berpotensi jatuh di wilayah Jabodetabek.