Disabilitas Netra yang Dikeluarkan dari Wyata Guna Akan Bertahan di Jalanan Sampai Diberi Tempat Tinggal

102 views
Puluhan mahasiswa tunanetra di Bandung bertahan hidup di jalanan/ kompas

BANDUNG – Puluhan penyandang disabilitas netra yang  diputus layanan oleh Asrama Wyata Guna mengaku akan bertahan tinggal di trotoar jalan sampai diberikan tempat tinggal.

“Kalau misalkan pihak balai nggak mengakomodir kami untuk tinggal di situ, bahkan mengeluarkan barang-barang kami secara paksa—dalam artian dikeluarkan—ya sudah kami tidur di jalan,” jelas Dian Wardiana, mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) ini.

Dian mengaku telah tinggal di asrama sejak SD. Kini ketika menjadi mahasiswa tingkat 3, dia diminta pergi. Padahal, menurut Dian, ketika masuk Wyata Guna, dia dibolehkan tinggal sampai lulus kuliah.

“Itu kalau secara perjanjiannya dulu itu, SD, SMP, SMA itu 12 tahun dan kuliah itu 5 tahun. Jadi pas 17 tahun,” jelasnya dalam pertemuan dengan pihak balai, Rabu malam, dikutip VOAIndonesia.

Sayangnya, tidak ada perjanjian tertulis karena semua kebijakan Wyata Guna saat itu disampaikan secara verbal.

Wyata Guna, yang dulu merupakan panti, kini berubah menjadi Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Sensorik Netra (BRSPDSN). Perubahan ini dilakukan melalui Peraturan Menteri Sosial no. 18 tahun 2018.

Permensos ini mengganti status sejumlah panti disabilitas di Indonesia menjadi balai. Namun regulasi berisi 112 pasal ini tidak memuat nasib penghuni panti selain terminasi.

Sebagai balai rehabilitasi sosial, Wyata Guna fokus pada pelatihan kerja penyandang disabilitas. Sementara para penghuni panti, terutama yang sudah menamatkan jenjang SMA, diharuskan keluar.

Kepala Balai Wyata Guna, Sudarsono, mengatakan meminta mahasiswa pergi karena para peserta rehabilitasi sosial sudah mulai berdatangan.

Pihak balai pun mulai menata tempat sejak 9 Januari sampai berujung pada peristiwa 14 Januari.

“Yang baru sudah mulai datang untuk mendapatkan layanan. Karena kami punya kewajiban juga agar mereka dapat kesempatan,” terangnya dalam kesempatan yang sama.