Corona Hantui Perekonomian Dunia

Selain penyebaran yang cepat dan masif dan saat ini sudah merambah 118 negara a dengan korban meninggal 4.643 orang dan 126.000 terjangkiti, dampak ekonomi Covid-19 juga mencemaskan dunia.

PANDEMI virus corona (Covid-19) tidak saja sudah menelan 4.634 korban meninggal dan menginfeksi 126.000 orang lebih di 118 negara, tapi  juga mengancam perekonomian dunia ke ambang tubir jurang resesi.

Indonesia, walau sejauh ini baru ada 34 orang Pasien Dalam Pemeriksaan (PDP) atau yang positif terpapar Covid-19 dan tiga orang meninggal, dampak ekonominya termasuk terhadap potensi PHK juga cukup serius.

PHK dicemaskan tidak terelakkan jika penyebaran Covid-19 tidak bisa dibendung terutama terhadap pekerja di sektor industri pariwisata dan manufakur .

Dari sektor pariwisata saja, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) memperkirakan terjadi potensi kehilangan pemasukan devisa sekitar 1,5 milyar dollar AS dari kunjungan turis China dan 400 juta dollar AS dari kunjungan turis asal negara lainnya.

Ketua PHRI Haryadi Sukamdani menyebutkan, sekitar dua juta turis China yang berkunjung menghabiskan sekitar 1.100 dollar AS per orang pada 2019, namun sejak awal Februari lalu sudah tidak ada lagi pesawat China yang membawa turis tiba.

Sementara Direktur Eksekutif Asosiasi Persepatuan Indonesia Firman Bakri mengemukakan, dengan bahan baku terbatas karena 60 persennya diimpor dari China, produksi alas kaki tersebut yang seharusnya dipacu menjelang Idul Fitri, malah produksinya anjlok seperlimanya.

Kegiatan ekspor dan impor dengan China yang merupakan mitra dagang dan tujuan utama ekspor dan juga impor RI juga sangat terpengaruh, mengingat sebagian besar kegiatan usaha di sana lumpuh sejak merebaknya Covid-19 pertengahan Desember lalu.

Ketidakpastian akibat “outbreak” Covid-19 menurut Gubernur BI Perry Warjiyo baru-baru ini membuat pasar keuangan global gunjang-ganjing  karena para investor mencari aman dengan menarik modal mereka dari investasi portfolio termasuk di Indonesia.

Tercatat total aliran modal asing bersih yang hengkang dari Indonesia (nett outflow) pada Februari Rp30,3 triliun (Rp26,2 triliun dari Surat Berharga Negara-SBN) dan Rp4,1 triliun dari pasar modal sehingga menekan nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (ISHG).

Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia, Kamis (12/3) pukul 15.33 sempat dibekukan 27 menit menjelang penutupan karena ISGH anjlok di atas lima persen (5,01 persen) pada 4.895,748, padahal sejak awal 2020 sudah turun 22,28 persen.

Pertumbuhan Ekonomi  

Guna mengantisipasi kontraksi pertumbuhan ekonomi dari target di atas lima persen ke 4,5 persen akibat penyebaran Covid-19, pemerintah juga melakukan stimulus fiskal senilai Rp10 triliun, termasuk diskon 30 persen harga tiket wisata ke 10 destinasi, promosi wisata, paket untuk maskapai penerbangan dan biro perjalanan.

Selain penghapusan pajak penghasilan (PPh) bagi pekerja denga gaji di bawah Rp200 jutaper tahun, pemerintah juga mengucurkan dana Rp 1 triliun untuk penanganan Covid-19 termasuk biaya tracing dan perawatan pasien serta  pembelian peralatan dan obat-obatan.

Negara-negara lain juga menggelontorkan dana milyaran dollar AS paket stimulus ekonomi akibat danpak Covid-19 seperti AS sebesar 250 milyar dollar berupa pembebasan pajak dan pinjaman lunak, Inggeris 39 milyar dollar pinjaman bagi UKM, proyek prasarana dan tunjangan cuti, Jepang 19,4 milyar dollar untuk UKM dan pemangkasan suku bunga acuan serta Australia 11,4 milyar dollar untuk UKM dan subsidi upah.

Musibah Covid-19  menjadi batu ujian ketahanan ekonomi , keandalan pemerintah dan juga kebersamaan antara pemerintah dan rakyat di suatu negara.