DUNIA TERKARANTINA VIRUS CORONA (Bagian 3.2) : Muhasabah Singkat

298 views
Ilustrasi/ hitekno

Dihubungkan dengan Virus Corona yang sedang “berkelana” ke berbagai manca negara, negara bagian, provinsi, district, kabupaten/kota hingga desa dengan “mengkarantina” manusia (termasuk kita), pemerintah, negara, lembaga-lembaga sosial, nasional maupun internasional, secara serempak menyatakan “Perang, Perang, dan Perang melawan Covid-19.

Mengapa mesti berperang? Faktanya, memang sudah ribuan manusia yang terpapar dan terkapar (menjadi mayat-mayat) akibat tertembus “peluru” “Pesawat Nirawak” bernama Virus Corona.” انالله وانا اليه راجعون. Semoga Allah swt merahmati mereka, dan memberi ketabahan untuk keluarganya.

Cara menyikapinya pun berbeda-beda. Ada yang masih (mengaku) tidak tahu, tidak mau tahu apalagi peduli; kurang etiknya, sebelumnya sempat ada juga yang tetap memancing di air keruh. Terutama di saat-saat Corona belum diumumkan sebagai “Pandemi” yang lebih berbahaya dan lebih dahsyat daripada sekedar baru dianggap sebagai musibah, wabah, dan bahkan bencana.

Sebelumnya, Dunia termasuk Indonesia memamg terasa gaduh. Di sebelah, banyak yang stres dan bahkan marah-marah, salahkan si anu dan si anu, sambil bersumpah serapah dan sesumbar akan mengumbar nafsu amarah.

Di sebelah yang lain, juga tdak kurang lantangnya memandang “lawannya” yang selalu ada pada pihak yang salah. Sampai last minit pengumuman “peluru kendali” Corona sudah menyasar 2 orang warga negara Indonesia, masih tetap ada nada-nada yang kurang arif-bijaksana.

Belakangan, berbarengan dengan pro-kontra lock down terkait Corona, baru ada yang mengimbau tetap tinggal di rumah (terkarantina/mengarantina diri), bekerja dari rumah (working for home), menjaga jarak (social distancing), hingga tidak usah salat berjamaah, termasuk tidak wajib salat jum’ah.

Akibatnya, cukup banyak Masjid yang “apa boleh buat” ditutup, layaknya gedung bioskop atau malahan seperti mal yang tiba-tiba ditutup. Apalagi sekedar acara dan upacara peringatan hari-hari besar agama dan keagamaan. Semisal peringatan Israk-Mikraj yang urung dirayakan di “Tahun Corona” ini. Ada pula yang terkesan bingung, kagok dan “salah tingkah.” Ya, namanya sedang dalam “kekacauan,” harus tetap dimaklum.

Memetik Iktibar

Kini, Al-hamdulillah tambah banyak orang tersadar dan menyadari, bahwa di atas manusia, di atas pemerintah, di atas negara bangsa, bahkan di atas dunia (internasional) sekalipun, masih ada Dzat Yang Serba Paling Maha. Itulah Dia Allah Swt – Sang Pencipta alam semesta, termasuk Pencipta Virus Corona. Dia lebih kecil dari ba’udhah, atau fa-ma fauqaha pinjam istilah Qur’an.

Apakah Corona sepenuhnya membawa bencana dan petaka ? Untuk sesaat bisa jadi benar adanya. Namun, kalau untuk selamanya dan seluruhnya, kita harus berfikir ulang. Pasti ada dan banyak hikmahnya.

Paling sedikit, itung-itung “latihan menghadapi” goncangan hari Akhir kelak yang tidak cuma bisa menjauhkan persaudaraan sosial, akan tetapi juga sanggup memorak-porandakan tali – ikatan persaudaraan dan kerumah-tanggaan.(Q.S. Abasa (80): 40) Suami tak kenal istri, istri tidak peduli suami.

Anak bisa lari dari dekapan orang tua, dan orang tua bisa masa bodoh sama anaknya. Pokoknya serba saling tidak mau peduli apalagi mengenali. Sekarang saja, di sekitar gundukan mayat-mayat korban Corona, sudah banyak yang sudah tidak dilihat keluarga dekatnya. O my God, ampuni kami yang kerap lalai akan Firman-Mu !!!

“Ayyuha al-mu’minun-wal-mukminat,” Saudara-saudara Sebangsa dan se-Tanah Air Indonesia, bahkan kepada umat manusia se-dunia; meskipun penulis sadar sesadar-sadarnya bahwa “MAS (Muhammad Amin Suma) bukanlah siapa-siapa, dan bukan pula sebagai apa-apa. Cuma makhluk ciptaan-Tuhan yang Alhamdulillah masih tetap Ia beri “setetes” iman dan kepedulian.

Untuk kali ini, izinkan Aku menyapa Anda semua. Cuma dalam rangka ikut “mengusir Virus Corona.” Walau hanya dengan modal utama doa, doa, dan doa; dalam arti memohon kepada “Pencipta, Empunya dan Pengendali “makhluk halus” bernama “Virus Corona.” Itu-pun enggak tahu apa didengar atau tidak. Yang jelas, Dia selalu terbuka untuk mendengar curhatan dan doa hamba-hamba Nya.

Ayo semangat ! Please, Don’t worry, la-tahzan, inna Allaha ma’ana. Yakinlah seyakin-yakinnya, bahwa pada saat yang bersamaan, atau paling lambat setelah “Pesawat Nirawak” bermerek Virus Corona “ditarik kembali” oleh “Pengendalinya,” pasti akan banyak hikmah yang tiada tara. “Ya Rabb kami, tiadalah Engkau menciptakan ini – semua (termasuk Virus Corona) — dengan sia-sia, Maha Suci Engkau (ya Allah), maka peliharalah kami dari siksa neraka (Q.S. Ali ‘Imran (3): 191).

Penutup
Semoga bermanfaat !