Work From Home

Ilustrasi WFH: riaricis1795.com

OLEH : Astri Widianti, SPsi. Psi, (Volunteer Spesialist Dompet Dhuafa)

Mewabahnya virus corona menyebabkan banyak diantara kita yang harus bekerja di rumah. Hal ini menjadi tantangan tersendiri, apalagi dalam situasi berbarengan dengan anak-anak yang juga harus “bersekolah” di rumah. Tak sedikit yang mengeluh dan “pusing” menghadapi situasi ini.

Ketika rumah berubah menjadi kantor tumpang tindih dengan tuntutan keluarga ditambah pula dengan situasi yang serba tidak pasti, yang bisa kita kelola adalah self regulation diri kita sendiri — dimana kita bisa merencanakan, mengendalikan, mengevauasi serta mengadaptasis kondisi dalam diri maupun lingkungan untuk mencapai tujuan kita.

Bagaimana menerapkan pengaturan kerja yang efektif di rumah selama masa Social Distancing?

YUKS SIMAK TIPS-NYA

Komunikasi

  • Komunikasikan kondisi ini kepada pasangan, orang tua, anak dan asisten rumah tangga. Jelaskan dengan konkret jenis pekerjaan anda ( misalnya: harus memantau data melalui HP atau laptop secara terus menerus atau harus membuat kajian yang membutuhkan konsentrasi penuh, dll) sehingga mereka mengerti situasi kerja yang anda butuhkan.
    Komunikasikan pembagian pekerjaan rumah tangga yang memungkinkan anda bisa fokus bekerja. Jelaskan bahwa anda dapat mengambil alih pekerjaan rumah tangga diluar waktu bekerja.
  • Komunikasikan dengan anak-anak bahwa anda dan anak-anak sama-sama mengerjakan tugas dan belajar. Buat kesepakatan mengenai kapan anda dapat meluangkan waktu untuk mereka diantara waktu kerja anda, misalnya pada jam-jam tertentu atau di sore dan malam hari setelah bekerja.
  • Bagi yang tidak memiliki asisten rumah tangga, cobalah komunikasikan hal ini kepada pasangan atau keluarga yang bisa membantu mengurus dan menemani anak-anak ( jika memungkinkan) selama anda bekerja.

Buat Jadwal

  • Susun jadwal harian dengan melibatkan pasangan atau orang tua, mulai dari bangun tidur-tidur kembali, baik untuk pengerjaan tugas rumah tangga, mempersiapkan kebutuhan anak, waktu bekerja, waktu beristirahat, waktu meladeni anak-anak, waktu untuk melakukan kegiatan yang disukai. Ini akan membantu anda untuk lebih sistematis mengatur waktu.
  • Bagi yang memiliki anak kecil/bayi, tetapkan waktu secara lebih fleksibel namun tetap membuat target mengenai waktu-waktu penyelesaian tugas.
  • Untuk anak-anak yang sudah lebih besar, anda dapat melibatkan mereka untuk menyusun jadwal bersama-sama yang disepakati sehingga melatih mereka untuk bertanggung jawab pada jadwal aktivitas yang sudah ditentukan, juga melatih sikap saling menghargai. Jadwal yang disepakati dapat ditempel untuk menjadi acuan bersama. Berikan pujian atas keterlibatan anak-anak dalam membuat dan mematuhi jadwal.

Mempersiapkan Kebutuhan Bekerja

  • Tentukan tempat dimana anda akan bekerja. Carilah ruangan yang cukup nyaman dan memungkinkan anda untuk fokus bekerja. Bagaimana jika ruangan-ruangan di rumah terbatas? Diskusikan dengan orang-orang di rumah, bagian mana yang dapat anda gunakan untuk bekerja dan sepakati waktu penggunaannya.
  • Siapkan hal-hal yang mendukung anda untuk tetap fokus, misalnya kipas angin ( jika tidak ada AC), peralatan tulis yang lengkap hingga makanan dan minuman ringan.
  • Tetap disiplin, misalnya tetap bangun pagi, mandi pagi dan menggunakan pakaian yang rapi. Anda juga dapat mengajak anak-anak untuk menjalankan situasi ini setiap hari kerja untuk membantu membangun fokus.
  • Siapkan juga kebutuhan anak-anak yang belajar, misalnya aplikasi belajar online atau tugas yang harus dikerjakan anak. Pelajari dengan seksama. Libatkan pasangan untuk mempelajarinya juga.
  • Siapkan kegiatan untuk anak supaya tidak bosan dan mengganggu anda bekerja (permainan, menonton acara edukasi, dll)

Buat Aturan

  • Tetapkan aturan bagi diri sendiri untuk fokus pada tugas sehingga anda tidak mudah terpengaruh hal-hal yang tidak penting, misalnya rasa malas, mengantuk, keinginan bermain sosial media, menonton film/TV, dll. Tentukan reward bagi diri sendiri untuk membantu anda mematuhi aturan yang dibuat.
  • Buat juga aturan yang jelas untuk anak-anak agar membantu mereka belajar dengan berfokus pada pencapaian tujuan belajar. Tetapkan kesepakatan, misalnya; anak tidak diperkenankan bermain sebelum selesai belajar atau mengerjakan tugas. Buat jam istirahat pada waktu-waktu tertentu. Sesuaikan dengan usia anak.

Bangun Emosi Positif (senang, semangat, berani, optimis, dll)