Covid-19 Memasuki Babak Bencana Nasional

Sejumlah daerah yakni Kab. Rote Ndao (NTT), Kota Sorong (Papua Barat) dan Kota Palangkaraya (Kalteng) ditolak memberlakukan PSBB karena dinilai belum memenuhi kriteria kedaruratan Covid-19.

Pertegas Rantai Komando

Keppres 12/2020 intinya mempertegas garis komando  penanganan Covid-19 mengacu pada UU No. 6/2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan, Keppres No. 11/2020, PP No. 21/2020 dan Permenkes No. 9/2020 tentang PSBB.

Terbitnya Keppres No. 12/2020 diharapkan ikut memacu kesiapan daerah menghadapi kemungkinan outbreak Covid-19 pada akhir April atau Mei yang diprediksi, jika program rapid test social distancing tidak efektif, korban Covid-19 bisa mencapai puluhan ribu orang.

Minimnya prasarana dan sarana kesehatan di daerah-daerah, apalagi di wilayah 3 T (terbelakang, tertinggal dan terdepan) sangat mencemaskan jika terjadi lonjakan jumlah pasien Covid-19.

Hal itu diperparah dengan rendahnya disiplin warga terkait persoalan kesehatan, juga kondisi ekonomi, kemiskinan dan tingkat pendidikan.

Dari perangkat perundang-undangan, agaknya penanganan dan pembasmian Covid-19 sudah jelas prosedurnya, tinggal dilaksanakan oleh daerah dan  juga yang paling penting, dukungan segenap elemen bangsa termasuk masyarakat luas.

Sampai hari ini (14/4) tercatat 120.435 orang meninggal dan 1,933.833 orang terpapar pandemi Covid-19 di 204 negara, sedangkan di Indonesia, 459 meninggal dari 3.954 pasien yang dirawat di berbagai RS rujukan di 34 provinsi.

Rapatkan barisan, singkirkan perbedaan dan kepentingan diri serta kelompok, mari bahu-membahu memerangi musuh bersama, Covid-19.