Malaysia Perpanjang Lockdown, WNI Menjerit Minta BLT

Ilustrasi: Pekerja migran Indonesia. (Foto file - Anadolu Agency)

KUALA LUMPUR – Pemerintah Malaysia mengumumkan perpanjangan Movement Control Order hingga 28 April 2020 atau semacam lockdown versi Malaysia selama pandemi Covid-19.

Karena itu, gabungan ormas Indonesia yang berada di Malaysia mendesak pemerintah Indonesia untuk menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) kepada WNI dan pekerja migran.

Hal ini karena banyak para pekerja Indonesia yang kehilangan pekerjaan akibat keputusan Lockdown tersebut.

“Banyak mereka yang kelaparan dan tidak memiliki makanan akibat MCO, bahkan terpaksa memakan tikus,” ujar Koordinator Aliansi Ormas Indonesia di Malaysia (AOMI) Hardjito kepada Anadolu Agency pada Kamis (16/4/2020).

Hardjito mengatakan nasib pekerja migran Indonesia harian sangat memprihatinkan karena tidak memiliki stok bahan pangan.

Mereka, lanjut Hardjito, juga ada yang diusir dari tempat tinggalnya karena tidak mampu bayar sewa kontrakan.

“Apabila situasi ini berlanjut maka akan terjadi krisis kemanusiaan global,” kata dia.

Dilansir Anadolu Agency, Hardjito juga meminta pemerintah RI memfasilitasi WNI dan pekerja migran agar dapat pulang ke Tanah Air dengan tetap mengikuti prosedur-prosedur yang berlaku saat ini.

Menurut Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia, pada 2018 mencatat Malaysia merupakan negara tujuan utama TKI, yaitu mencapai 90.671 pekerja atau hampir sepertiga dari total TKI yang bekerja di luar negeri.

Sedangkan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) mencatat sebanyak 11.566 pekerja migran Indonesia di Malaysia yang pulang ke tanah air akibat wabah Covid-19.