Pandemi Covid-19 Berdampak pada Penurunan Penghimpunan Lembaga Filantropi dan Zakat

ilustrasi/ist

JAKARTA – Lembaga Filantropi dan zakat dari seluruh porpinsi di Indonesia, selama pandemi Covid-19 ini mengalami penurunan penghimpunan.

Demikian hasil riset dari Institute For Demographic and Poverty Studies (IDEAS) melalui survey yang bertajuk ‘Dampak Pandemi Covid 19 Terhadap Lembaga Filantropi, Amil Zakat dan Pegiat Sosial’.

Survey dilakukan terhadap 100 responden ini, menggunakan metode yang bersifat purposive dengan menyebarkan form survey secara online, dimana 49% responden merupakan Pegiat Sosial yang bekerja di lembaga amil zakat, 15,3% bekerja di lembaga yayasan sosial, dan 35,7% bekerja pada bisnis sosial (Social Enterprise).

“Dari survey ini kami menemukan fakta bahwa pandemik Covid 19 berdampak pada menurunnya penghimpunan lembaga akibat dari penurunan jumlah donatur,” kata Ahsin Aligori, peneliti IDEAS di Tangerang Selatan, Selasa (28/04/2020).

Ahsin melihat ada beberapa faktor yang menyebabkan penurunan jumlah penghimpunan lembaga sosial yaitu, pertama terjadinya gejala resesi ekonomi sehingga menurunnya donatur untuk berdonasi dan ini akan terjadi sepanjang pandemik ada dan masih tetap diberlakukannya PSBB. Kedua, berkurangnya donatur yang sebelumnya menjadi donatur, karena terdampak PHK menjadi kecil peluang bagi mereka yang pernah berdonasi akan berdonasi kembali.

“Ketiga, Menurunnya transaksi donasi secara langsung (off line) karena diberlakukan PSBB dan physical distancing yang ditetapkan oleh pemerintah untuk pencegahan Covid 19. Keempat, walaupun seluruh program kampanye Covid 19 beralih ke online tetapi dirasakan masih ada batasan kekurangan dimana bagi Lembaga yang memiliki kanal sosial media dan online kurang exposure maka kurang mendapatkan tanggapan dari public secara online,” kata Ahsin menambahkan.

Kelima, menurunnya share donasi khusus program Covid 19 karena semakin banyaknya Lembaga filantropi, organisasi masyarakat, media bermunculan membuka kanal donasi yang sama untuk Covid 19.