Sejumlah Tim Tracing Covid-19 di Garut Mulai Tumbang karena Kelelahan

1.913 views
Ilustrasi/ Tempo

GARUT – Sejumlah tim tracing atau pelacakan Covid-19 di Garut, Jawa Barat dikabarkan mulai tumbang karena semakin banyaknya kasus corona di wilayah tersebut.

Selain rentan sakit akibat kecapean, tim tracing juga rentan terpapar dari orang yang positif Covid-19 apalagi jika mereka tak dibekali dengan peralatan APD yang memadai dalam melaksankan tugasnya.

“Tim Tracing Covid-19 di Garut ini semuanya berjumlah 15 orang. Saat ini 8 di antaranya sudah mulai “tumbang” karena kelelahan,” ujar Ketua Forum Komunikasi Organisasi Profesi Kesehatan (Forkopkes) Kabupaten Garut, dr Edy Kusmayadi.

Dikatakannya, untuk menunjang stamina kesehatannya mengingat tugas yang mereka laksanakan begitu berat, seharusnya tim tracing mendapatkan jaminan kesehatan termasuk extra feeding atau makanan tambahan.

Namun sampai saat ini, mereka belum pernah mendapatkannya sehingga wajar kalau saat ini sudah mulai ada yang kelelahan.

Menurutnya hal tersebut menyebabkan terjadinya keterlambatan pada pelaksanaan tracing pasien di wilayah Kecamatan Cisurupan beberapa waktu lalu. Apalagi, sampai saat ini petugas tracing di Garut orangnya masih yang itu-itu juga.

Edy menyampaikan, dibandingkan luas wilayah dan jumlah penduduk Garut yang terbilang besar, jumlah tim tracing yang hanya 15 orang itu tentu saja masih sangat kurang.

Ia menjelaskan, sebagaimana dilansir PR, tugas yang harus dilaksanakan tim tracing di Garut akhir-akhir ini lebih berat dibanding sebelumnya.

Hal ini dikarenakan kian bertambahnya jumlah kasus Covid-19, baik yang OTG, ODP, PDP, dan konfirmasi positif yang secara otomatis, orang yang harus dilacak oleh petugaspun akan lebih banyak.