Dalam Sepekan Terakhir, Dua Perawat dan Satu Dokter di Surabaya Meninggal akibat Covid-19

Ilustrasi karantina virus corona/ Reuters

SURABAYA – Ketua IDI Surabaya dr Brahmana Askandar menanggapi gugurnya dokter dan perawat di Surabaya akibat virus corona yang  menambah panjang catatan duka tenaga medis.

Berdasarkan catatan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Surabaya meminta agar pemerintah terus meningkatkan kapasitas rapid test dan tes swab, dengan mempermudah prosedur masyarakat untuk menjalaninya. Hal itu kata dia, berguna untuk mengidentifikasi pasien Covid-19.

“Harus diperluas, screening diperbaiki, kemudian tes dipermudah sehingga kita bisa membedakan dengan pasti mana yang Covid-19 mana yang bukan,” kata Brahmana.

Jika tes telah dilakukan secara masif, maka kerja tenaga medis bisa terbantu, sebab pasien yang telah terindikasi Covid-19 dan yang bukan akan terdeteksi dengan mudah saat konsultasi. Dengan demikian tenaga medis bisa langsung menentukan antisipasi yang harus dilakukan.

Hal itu, kata Brahmana lantaran ditemukan banyaknya pasien positif Covid-19 yang bahkan tak mengalami gejala klinis apapun, seperti batuk, sesak nafas ataupun demam.

“Yang Covid-19 bisa segera isolasi atau karantina mandiri. Tapi di kala kita masih kesulitan membedakan itu bisa berbaur antara yang Covid-19 dengan yang tidak. Apa lagi ada OTG (orang tanpa gejala) itu justru lebih banyak,” ujarnya.

Brahmana mengatakan, dokter bisa tertular dari mana saja, bahkan tak bertugas di ruang isolasi atau ruang perawatan insentif sekalipun. Bisa jadi, ia tak sengaja tertular saat berpapasan dengan orang tanpa gejala, di ruang tunggu rumah sakit, toilet atau tempat umum lainnya.

“Artinya ketularan bisa kemana pun kalau dokter, dari pasien bisa, penunggu pasien bisa, dari pengantar pasien bisa, mungkin pasien OTG mungkin sehat, yang nunggu di RS. Eksposnya banyak kalau tenaga medis,” ujarnya.

Ia mencontohkan, salah satunya yang dialami oleh mendiang dr Boedhi Harsono. Brahmana mengatakan sebelum meninggal dr Boedhi diketahui sudah tak aktif lagi melakukan praktik, namun nyatanya ia dinyatakan positif Covid-19.