Berlomba Dalam Kebaji…ngan

215 views
Meja kerja ini sangat mewah, tapi harganya apakah sampai Rp 1 miliar?

 

ALQUR’AN surat Albakarah 148 telah mengingatkan: berlomba-lombalah kalian dalam kebaikan. Maka ketika seorang menantu loyal pada mertua, sudah jamaknya, karena mertua telah memberikan “kebahagiaan” pada menantunya. Tapi ketika manusia modern banyak yang dalam lindungan syaiton,  justru ada mertua dan menantu yang berlomba-lomba dalam keba……jingan!

Senin malam lalu (01/06) KPK menghadirkan ganjilnya kehidupan itu. Seorang mertua, Nurhadi eks Sekretaris MA, dan seorang menantu Rezky Herbiono, secara bersama-sama ditangkap KPK dari persembunyiannya di sebuah rumah di Simprug, Kebayoran Lama, Jaksel. Bayangkan, mertua-menantu kompak menjadi penjahat negara, karena selama bertahun-tahun keduanya mengumpulkan uang suap dan gratifikasi sebanyak Rp 46 miliar.

Mereka ini dicari dan diintai KPK sejak 4 bulan lalu, alias menjadi buronan negara. Sebelumnya, keduanya telah dinyatakan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi. Tapi ketika dipanggil pertengahan Februari lalu untuk diperiksa KPK, ternyata mereka wasalam alias kabur.

Di sebuah rumah di Simprug inilah mereka kena batunya, meski bukan penderita penyakit ginjal. Tak jelas di rumah siapa mereka. Sebab rumah Nurhadi memang ombyokan. Maka eks Sekretaris MA ini memang luar biasa. Anak kecil punya balon lima saja hatinya sudah sangat kacau, ini bocah kelahiran 63 tahun lalu, punya 13 rumah sempat bikin bingung penyidik KPK. Didatangi rumah itu satu persatu, tak pernah ada. Tahu-tahu eh….nyempil di Simprug.

Nurhadi MA (bukan titel) ini  memang bisa bermuka dua. Saat masih aktif di MA, dia bisa bikin program “kawasan bebas korupsi”. Tapi ironisnya,  diam-diam dia sendiri selintutan rajin menampung suap dan gratifikasi dalam berbagai kasus hukum yang ditangani MA, hingga mencapai jumlah Rp 46 miliar.