85 Kabupaten Masuk Zona Hijau dan Bisa Mulai Sekolah Juli Mendatang dengan Dua Fase

Mendikbud Nadiem Makarim

JAKARTA – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim telah mengeluarkan tata cara kegiatan belajar untuk sekolah yang masuk dalam zona hijau dan bisa mulai pada Juli mendatang.

Dia mengatakan tata cara tersebut terbagi dalam dua fase yang akan dijalankan oleh pihak sekolah.

Fase pertama yakni masa transisi yang akan mulai diterapkan sekolah tersebut selama dua bulan.

Dalam dua bulan pertama, kapasitas kelas hanya diperkenankan 18 peserta didik atau setengah dari kapasitas normal untuk jejang pendidikan dasar hingga menengah.

Pada masa transisi kata dia, kegiatan berinteraksi antar kelas di sekolah diperkenankan. “Jadi masuk ke kelas langsung pulang, kantin juga tidak diperkenankan juga kegiatan olahraga dan ekstrakurikuler tidak diperkenankan,” kata Nadiem melalui konferensi pers virtual pada Senin, yang disiarkan langsung oleh Kompas TV.

Sementara untuk jenjang pendidikan dini jika telah dibuka kembali, kapasitas peserta didik maksimal lima orang dan melakukan jaga jarak 3 meter.

Nadiem menambahkan jika sekolah tersebut tetap menjadi zona hijau selama dua bulan, maka akan memasuki fase masa kebiasaan baru.

Dalam fase ini kata dia, peserta didik diperbolehkan untuk lebih banyak dibandingkan masa transisi.

Sebelumnya, Pemerintah memutuskan dibukanya kembali kegiatan belajar dan mengajar secara tatap muka pada tahun ajaran baru 2020-2021 yang dimulai pada Juli.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengatakan kegiatan belajar dan mengajar secara tatap muka hanya diperbolehkan untuk daerah yang masuk dalam zona hijau Covid-19.

Saat ini kata dia, ada sekitar 85 kabupaten/kota yang masuk dalam zona hijau atau hanya sekitar 6 persen populasi peserta didik dari seluruh Indonesia.