Hamas Serukan Perlawanan Serius pada Israel

759 views
Pasukan Israel. Foto :Reuters

AL QUDS – Kepala Biro Politik Gerakan Perlawanan Islam Hamas, Ismail Haniyah menyerukan untuk bekerja membangun rencana aksi serius untuk menolak dan mengkriminalkan pelanggaran-pelanggaran penjajah Israel, melindungi situs suci Islam dan Kristen, mencegah rencana Yahudisasi dan pembagian di Masjid Al-Aqsha, serta untuk mendukung keteguhan dan ketabahan warga Palestina di tanah mereka.

Hal itu disampaikannya, jelang perampasan Israel di Tepi Barat yang dijadwalkan awal Juli 2020 ini, terus mendapat reaksi perlawanan dari seluruh faksi di Palestina dan tanah Arab.

Haniyah menyerukan integrasi dan kelanjutan upaya dan peran partai, organisasi dan lembaga-lembaga politik di dunia Arab dan Islam; untuk berdiri bersama rakyat Palestina dalam membela tanah mereka, hak-hak, dan tempat-tempat suci umat, identitasnya, dan sejarahnya sampai penjajah Israel hengkang.

Hal tersebut ditegaskan Haniyah dalam surat yang dikirim ke lebih dari 120 ketua dan sekretaris jenderal partai dan lembaga politik di negara-negara Arab dan Islam.

“Kami percaya pada peran dan tanggung jawab historis partai-partai, organisasi-organisasi dan lembaga-lembaga politik di dunia Arab dan Islam dalam Palestina, melindungi tanah dan mendukung hak-hak sah rakyat Palestina, ” tulis Haniyah.

Dalam pesannya, Haniyah menyerukan kepada partai-partai, organisasi-organisasi serta badan-badan politik di dunia Arab dan Islam untuk mengambil langkah mendesak guna menghadapi kebijakan pencaplokal kriminal dan rasial oleh pemerintah penjajah Israel di Tepi Barat, al-Quds dan Lembah Yordan.

Dilansir laman Pusat Informasi Palestina, Haniyah juga menyerukan digelarnya konferensi mendesak partai-partai, organisasi-organisasi dan badan-badan politik di dunia Arab dan Islam; untuk merumuskan sikap bersama guna mendukung sikap Palestina yang menolak semua rencana untuk memberangus isu persoalan Palestina di bawah sponsor Amerika, serta untuk menolak semua proyek permukiman Israel dan Yahudisasi di Tepi Barat dan al-Quds.