Positif Covid-19 di Ngawi Meningkat Signifikan

231 views
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/foc. (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)

JAKARTA – Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) COVID-19 Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, mencatat jumlah pasien terkonfirmasi positif COVID-19 di wilayah itu telah mencapai 26 orang atau meningkat signifikan dalam dua pekan terakhir.

“Total kasus positif COVID-19 di Ngawi hingga saat ini (30/6) telah mencapai 26 orang,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Ngawi dr Yudono dalam pernyataan melalui laman resmi media sosial Pemerintah Kabupaten Ngawi, Selasa (30/6) malam.

Data menyebutkan, dalam dua pekan terakhir terjadi penambahan kasus selama beberapa kali dengan jumlah berkisar satu hingga tiga orang setiap hasil terkonfirmasi positif.

Pada Jumat (19/6) terjadi penambahan satu kasus positif dari sebelumnya 16 kasus, yakni pasien ke-17 asal wilayah Kecamatan Ngrambe yang sebelumnya berstatus orang dalam pemantauan (ODP).

Kemudian pada Senin (22/6) terjadi penambahan satu kasus positif, yakni pasien ke-18, dan Rabu (24/6) tercatat ada satu penambahan kasus dari Ngrambe, yaitu pasien ke-19.

Masih terus bertambah, pada Jumat (26/6) terjadi penambahan tiga kasus positif dari sebelumnya 19 kasus menjadi 22 kasus dari Kecamatan Pitu. Lalu Senin (29/6) terjadi penambahan satu kasus positif dari Kecamatan Kendal sehingga menjadi 23 kasus.

“Perkembangan COVID-19 hingga Selasa 30 Juni 2020, terjadi penambahan pasien konfirmasi positif COVID-19 sebanyak tiga orang sehingga kasus COVID-19 menjadi 26 orang di Ngawi,” katanya.

Adapun, tiga orang pasien positif tambahan baru tersebut berasal dari Kecamatan Mantingan. Saat ini pasien telah dirawat di RSUD dr Soeroto Ngawi.

Ia mengatakan dari data yang terhimpun mulai tanggal 1 hingga 30 Juni 2020, telah terjadi penambahan kasus COVID-19 yang signifikan di Ngawi, yakni meningkat dua kali lipat, di mana awal Juni tercatat belasan kasus, namun pada akhir Juni menjadi 26 kasus.