Terima Kasih Muzaki, Mustahik, Donatur, Mitra dan Penerima Manfaat

263 views

JAKARTA – Pandemi Covid-19 menjadi pembeda dari gelaran Milad 27 Tahun Dompet Dhuafa (DD). Pertama kalinya, peringatan hari lahir tersebut diperingati dengan wajah baru, yaitu perhelatan online di chanel YouTube Dompet Dhuafa TV, pada Kamis (2/7/2020). Gelaran tersebut mengusung tema 27 Tahun Harmoni Kebaikan.

Rangkaian acara milad online tersebut dibuka dengan ucapan terima kasih dari Anies Baswedan selaku Gubernur DKI Jakarta.

“Hal yang menarik di Dompet Dhuafa adalah pendekatan gerakan, artinya Dompet Dhuafa melibatkan semua, membuat merasa punya, kepemilikan atas semua masalah, punya keterlibatan untuk semua bergerak langsung dan prinsip gerakan akan selalu diiringi dengan suasana gotong royong. Ini adalah jenis pendekatan yang harus dipertahankan. Semoga kerja bersama, kerja keras dan kerja ikhlas dari relawan Dompet Dhuafa akan menjadi berkah kita semua,” ucap Gubernur Anies.

Indonesia Raya mengumandang secara online di acara milad 27 DD dan tetap berlangsung secara khidmat. Kemudian Parni Hadi, selaku Inisiator dan Ketua Dewan Pembina Dompet Dhuafa menyampaikan pesan di dalam bait-bait puisi, seperti yang tertuang dalam penggalan puisinya berikut, “Tanggal 2 Juli 2020, DD, Dompet Dhuafa genap berusia 27 Tahun, tumbuh pesat dengan niat dan tekad kuat menebar manfaat. Ibarat pohon tumbuh besar, berdaun rimbun. Tempat bernaung, berlindung. Selamat milad, semoga tumbuh terus, lebih sehat, bermanfaat dan bermartabat. Mari Kita rawat bersama dengan penuh cinta”.

DD Wajib bantu mereka, yang menderita, sengsara nestapa, agar bisa terseyum dan tertawa, bangkit, berdaya dan berjaya, melalui aneka upaya pemberdayaan gaya baru: welas asih dan kewirausahaan berpadu, filantropreneur, belas kasihan dengan semangat wirausaha, kewirausahaan dengan ruh cinta kasih. Bisnis dengan tanggung jawab sosial, berkeadilan. Rugi untung ditanggung, demi kebahagiaan bersama dan sesama. Terima kasih para muzaki dan mustahik, donatur dan penerima manfaat, kami hanyalah alat, perantara belaka, antara anda berdua, berkat ridha Allah, Sang Maha Pecinta,” tutup Parni Hadi dalam penutup puisinya.