Warga Jakarta “PD” Hadapi Covid-19

176 views
Pasar-pasar tradisional, salah satu sentra penyebaran Covid-19 di Jakarta. Mayoritas warga Jakarta merasa "PD" tidak bakal tertular Covid-19.

HASIL survei pakar sosiologi Nanyang Technological University (NTU) Singapura, Sulfikar Amir mengungkapkan, 77 persen atau mayoritas warga DKI Jakarta percaya diri tak akan terpapar Covid-19.

Bahkan, mayoritas responden (76 persen) juga meyakini, sangat kecil kemungkinan mereka bakal terpapar Covid-19 dari orang-orang atau keluarga terdekat dan juga dari para tetangga mereka.

Jawaban responden tersebut, kata Sulfikar, tentu memiliki pengaruh pada perilaku masyarakat Jakarta yang mungkin sudah menerapkan protokol kesehatan tetapi kurang waspada karena merasa kecil kemungkinan bisa tertular.

“Jadi, persepsi mayoritas warga Jakarta  menganggap mereka kemungkinan kecil tertular Covid-19, “ kata Sulfikar.

Persepsi responden sendiri yang menganggap remeh ancaman Covid-19 dilatarbelakangi ketidak tahuan mereka (94 persen) tentang adanya tetangga atau orang-orang di lingkungan mereka yang pernah pernah terinfeksi Covid-19.

Survei tersebut dirilis oleh Social Resilience Lab Nanyang Technological University Singapura bersama organisasi Lapor Covid-19 dari  periode pengumpulan data antara 29 Mei sampai 20 Juni 2020 di wilayah DKI Jakarta dengan jumlah responden valid sebanyak 154.471orang.

Sampai Minggu (5 Juli) terkonfirmasi sebanyak 12.183 pasien Covid-19 di Jakarta, 658 orang meninggal dan 7.663 orang dinyatakan sembuh atau terjadi penambahan pasien baru rata-rata 295 orang per minggu.

Sedangkan jumlah kasus Covid-19 di seluruh Indonesia pada hari yang sama tercatat 63.739 kasus, 31.473 dirawat dan 3.171 meninggal.