Marah Yang Tak Terhormat

283 views
Benar-benar tak menghormati calon wakil rakyat, masak spanduk caleg DPR dicampur sama iklan bandeng presto!

MARAH itu hak semua anak bangsa, dari presiden sampai rakyat jelata bisa melakukannya. Bagaimana jika yang marah wakil rakyat di Senayan? Ini yang luar biasa, orang Jawa bilang: nesu-nesu sing ora mutu. Padahal politisi Senayan itu sering disebut “anggota dewan yang terhormat”. Tapi ironisnya mereka sendiri tak semuanya bisa menghormati orang lain.

Sebagai mitra kerja DPR, menteri atau Dirut BUMN  setiap saat  harus siap dipanggil RDP (Rapat Dengar Pendapat) bersama DPR. Mereka ini  harus kuat mental, terutama jika berhadapan dengan wakil rakyat galak, yang kurang bisa mengontrol emosinya. Misalnya pada akhir Maret 2018, anggota DPR Arteria Dahlan dari PDIP sempat memaki Kementrian Agama sebagai bangsat. Tentu saja Menag Lukman Hakim Syaifuddin terkaget-kaget. Kalau boleh pinjam istilah Asmuni Srimulat, “Ini anggota DPR cap apa?”

Tak kalah lucu lagi adalah, viral marahnya orang DPR Senayan tapi sudah mantan! Membanggakan diri bahwa pernah jadi anggota DPR 15 tahun (3 periode), Epyardi Asda awal Mei lalu mengomeli polisi, karena mereka berani membubarkan dia saat membagikan Sembako di Sumbar. Di tengah PSBB Corona, memang diharuskan jaga jarak, tapi mantan wakil rakyat itu malah mengumpulkan banyak orang dan tak peduli protokol kesehatan.

Kini kembali terjadi beberapa hari lalu. Dalam RDP Komisi VII  bersama holding BUMN tambang, M. Nasir dari Fraksi Demokrat juga tega mengomeli Dirut PT Inalum Orias Petrus Mudak secara semena-mena. Mentang-mentang jadi “wakil rakyat yang terhormat”, dia mengomeli Orias seperti pada anaknya sendiri, “Kurang ajar Anda!”

Anggota DPR yang ternyata kakak M. Nazarudin napi LP Sukamiskin itu, tak puas atas penjelasan cara PT Inalum dalam hal mencari utang. Dalam pemahaman M.Nasir, bagaimana mungkin pinjam uang triliunan di pasar modal kok jaminanya hanya saling percaya saja. Penjelasan Orias yang tenang tanpa emosi, justru bikin panas M. Nasir.