RI Beli Pesawat MV-22 Osprey

264 views
RI akan mendatangkan pesawat tiltrotor yang bisa terbang secara vertikal dan landing di landasan pendek (VTOL/STOL) MV-22 Osprey buatan AS.

INDONESIA membeli delapan unit pesawat tiltrotor sayap tinggi MV-22 Osprey Blok C yang mampu mengudara dan mendarat vertical (vertical take off and landing –VTOL) dan di landasan pendek (short take off landing – STOL) dari Amerika Serikat.

Badan Kerjasama Pertahanan AS (DSCA) dalam siaran pers yang dikutip Kompas (8/7) menyebutkan, rencana pembelian tersebut disetujui mengingat posisi RI sebagai garda politik dan ekonomi yang strategis di kawasan Asia-Pasifik.

MV-22 Osprey adalah pesawat tiltrotor pertama yang diproduksi massal, digerakkan oleh sebuah proprotor berbilah tiga, mesin turboprop dan cagak transmisi (nozzle) yang dipasang pada setiap ujung sayap. Saat lepas landas dan mendarat, pesawat dioperasikan mirip helikopter dengan posisi nozzle vertikal dan rotor horizontal.

Setelah mengudara, nozzle dirotasikan 90° ke depan untuk operasi penerbangan horizontal dalam mode turboprop konvensional sehingga   lebih efisien dan dapat melaju lebih cepat.

Kontrak pembelian delapan pesawat MV-22 Osprey Block C tersebut bernilai 2 miliar dolar AS (setara Rp 28,9 triliun) dan jika berjalan mulus, RI menjadi negara ketiga di dunia yang mengoperasikan pesawat tersebut, selain AS dan Jepang.

Menurut catatan, MV22-Osprey yang  mulai diproduksi oleh perusahaan helikopter Bell dan industri pesawat Boeing pada 1989 dan sampai sekarang sudah dibuat sekitar 500 unit, sebagian besar dioperasikan oleh satuan marinir AS (USMC) dan pasukan bela diri Jepang (JSDF).

Berkecepatan 350 Km per jam dan daya jelajah 731 Km, MV22- Osprey  yang diawaki tiga sampai empat orang digerakkan oleh mesin Rolls Royce AE 1107C, dilengkapi radar FLIR (forward looking infra red) AN/AAQ-27, 20 AN/ARN-153 tactical airborne navigation systems dan 20 sistem antri tabrakan (TCAS).